Minggu, 26 Februari 2012

Indahnya Tanjung Ringgit , Lombok Timur

Kalau dihitung hitung sudah tiga kali saya ke Tanjung Ringgit, dan weekend ini merupakan kali ke empat saya terdampar di ujung tenggara Pulau Lombok ini, tentu saja dengan suasana dan rekan travelling yang berbeda.

Nah, setelah puas menikmati keindahan Tanjung Ringit, sekarang giliran saya untuk berbagi keindahan Tanjung Ringgit kepada kalian. Sekedar tips, bagi yang belum pernah ke Tanjung Ringgit dan pengen kesana, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan diperhatikan lho, simak ya :

LOKASI dan RUTE.
Tanjung Ringgit ini terletak di ujung tenggara Pulau Lombok (lihat Peta), masuk di Wilayah Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Untuk mencapai lokasi ini bisa menggunakan kendaraan Pribadi (mobil atau motor) atau kendaraan sewaan, karena tidak ada angkutan umum sampai sana. Rute menuju Tanjung Ringgit yaitu Mataram - Praya - Jerowaru. Di jalur Praya - Jerowaru nanti kita akan melewati 2 Pom Bensin di sebelah kanan. Nah sekitar 100 meter setelah Pom Bensin yang kedua, ada Pertigaan Jerowaru, beloklah ke kanan, ikuti saja jalur itu terus (jalan aspal bagus) sampai ketemu Pasar Jor Jerowaru, dari situ beloklah ke kanan, sampai ketemu pertigaan lagi, terus belok ke kiri, ikuti jalurnya sampai ketemu pertigaan yang memisahkan jalur Tanjung Ringgit dan Pantai Surga, ambil lurus saja, karena kalau ke kanan nanti akan sampai Pantai Surga. Nanti akan ketemu pertigaan lagi, bila lurus akan sampai ke Pantai Kaliantan (jalan aspal bagus), nah kita harus belok kiri keluar dari aspal, jalan mulai rusak, dan sesekali ada kubangan air besar di tengah jalan. Ikuti saja jalan itu sampai habis, kalau ada pertigaan, tetep aja lurus, kira kira ada sekitar 15 KM kita disiksa jalur ancur ini. Pesan saya, jangan gunakan mobil jenis sedan deh, dijamin gak bakal sampai TKP. Bila sudah melihat Mercusuar, tandanya kita sudah sampai Tanjung Ringgit.

Rute Mataram - Tanjung Ringgit (Garis Merah)

Kondisi Jalan Menuju Tanjung Ringgit

Mercusuar dari kejauhan

PERLENGKAPAN.
Karena di sekitaran Tanjung Ringgit tidak ada fasilitas wisata apapun, jadi kita harus mempersiapkan semua dari rumah.
  1. Bawa minuman sebanyak banyaknya. Di teriknya Tanjung Ringgit saya jamin kalian akan dehidrasi hebat jika persediaan air kurang. Selain itu Di Tanjung Ringgit tidak ada warung satu pun. Lebih baik jika kalian ke Tanjung Ringgit sekalian bawa Tikar dan Makanan besar (nasi dll), kemudian gelar tikar di bawah pohon, makan siang sambil menikmati indahnya tanjung ringgit diiringi debur ombaknya. Ajiib.

  2. Pakai sunblock untuk mencegah kulit kalian belang belang.
  3. Kamera. Ke Tanjung Ringgit gak bawa kamera sama saja dengan malam minggu tapi gak ada patjar, gak lengkap, gak sempurna rasanya. Sayang banget rasanya ke sini cuma lihat lihat aja tanpa jepret jepret.

Di bagian bawah (sebelah kanan jalur pejalan kaki), ada semacam sumur kecil buatan manusia, menurut para penggembala kerbau disini, air di sumur itu tawar lho. Heran juga saya, sumur di dasar tebing yang notabene lokasinya sangat dekat dengan air laut yang asin.


Selain alamnya yang indah, Tanjung Ringgit juga menyimpan sejarah lho. Di sini terdapat Meriam peninggalan Jepang. Dulu waktu pertama kali ke Tanjung Ringgit, saya gagal menemukan lokasi Meriam ini. Dan saya pun menemukan lokasi meriam ini pada kunjungan kedua, ternyata lokasinya ada di pinggir jalur wisatawan (jalur yang terbentuk oleh kendaraan yang lewat), di tengah tengah Tanjung Ringgit, di balik semak semak. Meriam tersebut masih terlihat kokoh menghadap laut, akan tetapi sayangnya penuh coretan sana sini oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab.


Selain meriam, juga terdapat sebuah goa yang cukup besar. Ini adalah kunjungan saya yang ke empat ke Tanjung Ringgit, dan ini merupakan yang pertama saya bisa menemukan lokasi Goa nya, berkat bantuan bapak bapak penggembala kerbau yang baik hati. Ternyata lokasinya ada di ujung Tanjung, pokoknya ikuti saja jalur yang terbentuk sampai ujung, terletak di balik semak semak juga (tapi jauh dari meriam). Pintu goa nya ada di atas, bukan di bawah pantai, dekat dengan bibir tebing, tapi Saya tidak tertarik untuk masuk goa karena bau nya gak enak, banyak kotoran kelelawar.


Melihat begitu besar potensi wisata di lokasi ini, sangat disayangkan ya objek wisata ini terbengkalai, benar benar tidak dirawat dan dikembangkan. Beberapa spot yang bisa dikembangkan :

  1. Mercusuar. Coba dikembangkan sebagai tempat untuk melihat Tanjung Ringgit dari atas, jadi wisatawan bisa naik, dan melihat panorama Tanjung Ringgit dari Kejauhan.
  2. Sumur air tawar. Nah coba dibuatkan jalan menuju ke bawah ke lokasi sumur itu, sehingga wisatawan bisa turun dengan aman.
  3. Meriam Jepang. Lokasinya yang berada di balik semak semak, wisatawan yang belum tahu pasti akan melewatakan objek yang satu ini, seandainya semak semak itu dibersikan, meriam dipagari, dan dirawat, pasti akan menjadi sangat elok dan gagah meriam itu.
  4. Goa Raksasa. Ini juga merupakan salah satu daya tarik yang luar biasa, Ada goa yang letaknya di ujung Tebing, coba bayangkan, keren abis. Bisa dibuatkan jalan/tangga turun ke goa nya, dipasang semacam lampu agar wisatawan bisa masuk tanpa kegelapan dll.
  5. Selain itu juga perlu dibuatkan beberapa berugak deh, mengingat begitu panasnya lokasi ini, berugak tersebut bisa digunakan untuk bersantai para wisatawan tanpa takut kepanasan terbakar matahari.
Beberapa Foto di Tanjung Ringgit :




Nah biar lebih jelas mengenai lokasi meriam dan goa nya, perhatikan peta google maps di bawah ini :

Keterangan Gambar :

- No. 1 Adalah Mercusuar

- No. 2 adalah Sumur Air Tawar

- No. 3 adalah Meriam Jepang

- No. 4 adalah Goa Jepang

Dan garis putih adalah jalur pejalan kaki yang terbentuk karena sering dilewati wisatawan.

jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok

Tidak ada komentar:

Posting Komentar