Rabu, 30 November 2011

Menikmati Sunset di Bukit Duduk Atas, Batulayar, Lombok Barat


Sore yang agak mendung ini diajak teman nyunset, sebenarnya lagi gak mood buat hunting sunset karena suasana yang tidak mendukung, tapi karena lokasinya yang lain dari pada yang lain, saya jadi tertarik

Yuph, lokasi spot sunset kali ini adalah di Bukit Duduk. Lho bukit kok duduk? Duduk itu nama kampung di daerah batulayar. Ada kampung duduk, ada kampung duduk atas. Nah yang jadi spot sunset adalah bukit di Kampung Duduk Atas. Jalan masuknya berada di belokan ke kanan sebelum tanjakan pertama jalur Mataram-Senggigi.

Setelah belok, jalur langsung menanjak, tapi jangan khawatir, bagus kok jalannya (karena itu jalur hotel yang berada di atas), setelah ketemu pertigaan kedua, belok kanan. Nah sampailah di sebuah hotel, lupa apa namanya. Tidak berhenti disitu, kita masih harus naik lagi lewat jalur kecil di samping hotel. Nah dari sini harus ekstra hati hati karena jalurnya sempit, masih dari tanah dan sampingnya jurang.

Jalanan menanjak sekitar 500 meter, dan sampailah kita di suatu tempat yang agak lapang. Disitu kita bisa melihat Sekitaran senggigi dari atas. Kereeen gan, tapi sayangnya mendung, jadi sunsetnya tidak kelihatan. Padahal spotnya udah bagus banget.


Minggu, 27 November 2011

Gerakan Menanam 7000 Pohon di Mataram

Tagline #sweetersgogreen mengudara di akun akun lombok dari seminggu yang lalu. Yuph di hari minggu ceria ini di Taman Udayana ada event Gerakan Menanam 7000 bibit pohon. Gerakan yang disponsori Bolpen Standard dan dipromosikan di Twitter oleh akun @infolombok ini cukup mendapat sambutan yang antusias dari warga mataram, terutama komunitas2 di Kota Mataram.

Jadwalnya sih acara dimulai Jam 7 pagi, bertepatan dengan acara Car Free Day di Jalan Udayana. Venue pun sudah dipadati mulai jam 6 pagi. Sambil menunggu, mereka (termasuk saya) corat coret tanda tangan pada Spanduk yang telah disediakan panitia.


Waktu lumayan lama menunggu Walikota Mataram datang, dan komunitas komunitas di Mataram pun beraksi, diantaranya ada komunitas Capoeira dan Komunitas Rubik :



Akhirnya sekitar jam 9 Mobil Walikota dengab Plat DR 1 A pun datang, Alhamdulilah


Acara ceremonial pun dimulai, ada sambutan dari Walikota juga perwakilan Bolpen Standard, dilanjutkan dengan penandatanganan "Taman Bolpen Standard"



Akhirnya acara yang ditunggu tunggu tiba, yaitu menanam pohon di taman udayana, dimulai dengan penanaman simbolis oleh walikota mataram dan beberapa perangkat pemerintahan kota mataram.


dan relawan relawan yang lain pun tak mau ketinggalan, mereka mulai menanam pohon, dan menempelkan "name tag" yang sudah diisi nama masing masing pada pohon yang mereka tanam.





Di sela sela acara, ada pembagian doorprize dengan hadiah beberapa produk dari Sponsor, Payung, Kipas Angin, DVD Player, Sepeda, dan TV. Untuk mendapatkan hadiah ini, kita harus membeli produk bolpen Standard di stand Bolpen Standard dengan pembelian kelipatan 10.000 rupiah. Dengan pembelian tersebut, kita bisa dapat nomor undian. Dan tanpa disangka, nomer saya keluar "296" sebagai pemenang undian DVD Player, Alhamdulilah.

Acara ditutup dengan penampilan penyanyi Lokal bergaun Hijau (go green gan) nan menawan. Huhui, joget dangdut gan...


Ini ada beberapa foto bersama sama panitia, dan komunitas komunitas di Mataram :





Salam "Go Green Go Lucky", Hijaunya Mataram Hijaunya Kita Semua . . . . . .


to be continued



Selasa, 22 November 2011

Pantai Tampah, Lombok Tengah




Pantai Tampah, mungkin nama ini masih asing di telinga kita, bahkan untuk orang Lombok asli pun saya yakin banyak yang belum tahu tentang pantai ini, karena memang letaknya jauh dari keramaian.

Yuph, saya bisa sampai ke pantai ini pun secara tidak sengaja alias tidak direncanakan alias tidak ada dalam daftar kunjungan. Awalnya saya mau menuju Pantai Mandalika alias Pantai Kuta, dari arah Pantai Selong Belanak dengan jalan yang lumayan parah. Padahal ini jalur wisata loh, banyak turis mancanegara alias bule melewati jalur ini dari Pantai Kuta menuju Pantai Selong Belanak. Yah seandainya ada ibu hamil lewat jalan ini, kemungkinan besar beliau bisa keguguran -___-

Jangankan Papan Nama, petunjuk arah untuk pantai ini pun tak ada satupun. Jalan masuk menuju pantai ini hanyalah satu jalan kecil yang diapit ladang pertanian dan hanya cukup dilewati satu mobil. Kenapa saya memutuskan masuk jalan kecil ini? Yuph karena saya melihat ada mobil Toyota Hitam berplat DK masuk ke jalan kecil ini. Dalam pikiran saya, "Wah di dalam sana pasti ada spot bagus nih".

Langsung lah saya tancap gas masuk ke jalan tersebut, kira kira ada 300 meter sampailah di sebuah perkampungan kecil, cuma ada beberapa rumah. Nah di salah satu rumah, ada beberapa ibu ibu yang sedang duduk sambil bercengkerama. Saya pun mendekatinya dan bertanya tanya tentang daerah ini, dari situ saya tahu bahwa daerah ini namanya Pantai Tampah. Alhamdulilah orang orangnya ramah ramah. Dan saya pun menitipkan motor di sana lalu jalan kaki menuju pantai yang tinggal beberapa meter lagi

Waw, bener bener indah, bersih, dan memesona. Saya pun dibuat terpesona olehnya. Pantai ini benar benar sepi, cuma saya yang ada di sana, layaknya Private Beach. Di ujung sebelah kiri terdapat bebatuan dengan berugak di atasnya. Berikut beberapa fotonya :







Senin, 21 November 2011

Sunset di Muara Sungai Jangkok, Ampenan


Sebuah momen alami sunset yang bagus memang sulit ditemukan, kecuali kita sudah mempersiapkan propertinya. Seperti gambar di atas, saya benar benar tidak siap sore ini untuk menangkap/merekam keindahan prosesi sang matahari masuk ke peraduannya. Alhasil jepretan dari kamera hape ini kurang tajam hasilnya, padahal momennya bagus. Perfect Natural Sunset.

Minggu, 20 November 2011

Teluk Sepi dan Teluk Blongas, Lombok Barat






Setiap kali saya ke Gili Nanggu pasti ketemu sebuah pertigaan dimana kalo ke kanan itu ke gili nanggu dan kalo ke kiri ke teluk sepi (berdasarkan papan petunjuk arah di atas jalan sebelum pertigaan). Dari situlah saya penasaran ama yang namanya Teluk Sepi. Kenapa namanya teluk sepi? Apakah memang sepi tanpa penghuni?

Akhirnya week end ini saya sampai juga di Teluk Sepi, sendirian alias Solo Trip, hanya ditemani sepeda motor kesayangan. Nah dari pertigaan yang tadi saya sebutkan itu, ternyata masih jauh gan, jalannya sih halus, tapi sempit, naik turun dan berkelak kelok, sebuah jalur khas pegunungan. Sebenarnya agak ngeri juga lewat jalur ini, takut diculik.. Haha. Siapa juga yang mau nyulik orang kaya saya ini, udah jelek, item lagi.

Dan akhirnya sampai di sebuah pertigaan, dimana kalau kita ke kanan, jalannya rusak, kalau lurus, bagus. Berdasarkan pengalaman saya dalam meng-eksplrore Lombok, Jalan rusak adalah jalan menuju suatu lokasi yang memesona luar biasa. Dan motor pun saya arahkan ke kanan, melalui jalan yang rusak.

Wow.... kata ini yang pertama kali saya ucapkan. Bukan karena terkesan karena indahnya pemandangan, tapi karena rusaknya jalan -___- . Rusaknya jalan ini telah mengalahkan rekor ancurnya jalan menuju Tanjung Ringgit, yeaah rekor terpecahkan. Jalan naik turun, berkelak kelok dengan medan aspal terkelupas sana sini, bolong bolong, yang jelas perlu kewaspadaan ekstra, kalo gak, beuh bisa terperosok.

Ada sekitar 10 KM saya masuk ke jalur yang super ancur, yang pada akhirnya jalurnya bener bener tanah berbatu, bukan aspal mengelupas. Sampai akhirnya saya putus asa, dan saya membelokkan motor ke kiri, jalan sempit, berbatu, menurun, kayaknya ini bukan jalur motor, eh apa boleh buat, saya paksakan saja. Hoho ternyata disitu ada semacam dermaga, sepertinya digunakan orang untuk memancing. Ada dua motor yang sedang parkir, tapi gak ada orang nya..

Sabtu, 19 November 2011

Kokohnya Batu Payung di Tanjung Aan, Lombok Tengah






Tanjung Aan memang luar biasa indahnya. Sebuah lengkungan pantai yang diapit tebing di kedua sisinya ini selalu memukau wisatawan yang datang. Banyak hal yang bisa dilakukan di pantai ini, Selancar, mandi mandi, panjat panjat tebing, foto foto, mojok di bawah pohon/berugak, ato cuma sekedar foto foto.

Satu hal yang kurang diketahui oleh pengunjung, yaitu di ujung kiri Tanjung Aan ada sebuah batu yang unik bentuknya, namanya "Batu Payung". Sebuah batu yang berdiri kokoh ini (lihat gambar), letaknya tersembunyi, di balik bukit, jadi untuk menuju ke sana, diperlukan perjuangan ekstra.

Bagaimana tidak, kendaraan harus kita parkir di parkiran Tanjung Aan, terus kita harus berjalan kaki ke sebelah kiri melalui pasir di bawah teriknya matahari (gosong). Kemudian kita harus menyusuri tepian tebing dengan pecahan pecahan batu tebing yang besar besar serta ombak besar yang siap menghantam kita dari sisi kanan, ngeri dah. Oia harus dipastikan air lautnya pas surut ya, kalau gak surut, ya gak bisa lewat.

Jumat, 18 November 2011

Paket Snorkling di Tiga Gili, Lombok Utara

Pengen Snorkling model paketan ke Tiga Gili (Gili Trawangan, Gili Meno dan Gili Air) ? Di Gili Trawangan banyak tempat yang menawarkan jasa paket snorkling ke tiga gili ini, dan tentu saja konsumen utamanya adalah para turis mancanegara (red : bule).

Paket-paket Snorkling rata rata dimulai pukul 10.00 WITA, untuk tarifnya rata rata 125 ribu/paket lengkap dengan alat snorkling nya, tapi kalo kita membawa alat snorkling sendiri, bisa lebih murah harganya lho, lumayan lah dapat diskon. Oia karena konsumen rata rata nya adalah bule, secara mereka kalo snorkling gak pake pelampung. Jadi kalo kita gak terlalu lihai berenang, atau takut capek pas snorkling, sebaiknya kita bilang ke pengelolanya agar dibawaain juga pelampung, kalo gak bilang, tentu saja gak disediain.

Titik awal snorkeling dimulai di perairan Gili Trawangan selama 30 menit, dilanjutkan 30 menit snorkel di Gili Meno, (di sekitaran meno wall yang dalamnya bisa mendapai puluhan meter) dan yang terakhir 30 menit snorkel di Gili Air (dan yang terakhir paling mantap nih.keren banget). Di perairan Gili Trawangan, Titik snorkeling yg bagus ada di depan Coral Beach dan di depan penangkaran kura-kura. Kalau didepan penangkaran kura-kura, arus akan membawa kita ke arah pelabuhan public boat, ikuti aja, pemandangannya oke kok. Tinggal kepinggir kalau kita capek. Beruntung waktu itu cuaca sangat cerah. Jarak pandang di dalam air sangat dalam dan jelas. Lautnya pun sangat bersih dan jernih. Keindahan bawah laut 3 Gili saya akui memang sangat luar biasa. Indah banget. Dan baru kali ini pula saya nemu kura-kura segede bantal berenang di lautan lepas di sekitaran Gili Menos. Waa!! Keren…Keren……!!









Manfaat dan Khasiat Buah Kenari


Lagi iseng beli jajan di sepan kantor, di sebuah warung kecil di pinggir jalan. Eh saya melihat sebuah wadah berisi bulatan bulatan kecil sedang dijemur. Tentunya penasaran donk, saya tanya deh ama si empunya warung, nanyain itu yang dijemur apa. Ouw, ternyata itu buah kenari. Sumpah deh, udah sering saya denger nama itu, tapi baru kali ini melihat buahnya secara langsung di depan hidung.

Usut punya usut ternyata dua pohon besar di depan kantor saya itu adalah pohon kenari, dan tiap hari buah buah kenari berjatuhan ke tanah, dicuekin ama orang orang karena sama seperti saya, tidak tahu sebenarnya itu buah apa. Oleh ibu itu, buah kenari yang berjatuhan dikumpulin, dijemur trus dibuat campuran kue.

Hmm ternyata buah kenari ada manfaatnya juga lho, ini nih manfaat kenari, cekidot :
  • Mengonsumsi biji kenari setiap hari diyakini dapat mencegah kanker prostat.
  • Biji kenari juga berperan memotong pertumbuhan tumor dan memperlambat pertumbuhannya.
  • Kenari kaya akan asam omega 3 dan asam alpha linoleic (ALA) yang mampu meningkatkan kinerja arteri kita
  • Lemak tak jenuh tunggal pada kenari membantu menyingkirkan kolesterol buruk dan lipoprotein dengan meningkatkan pembekuan darah
  • Asam esensial amino bernama L-arginine pada kenari akan dikonversi menjadi oksida nitrat dalam tubuh yang membantu meningkatkan aliran darah. Juga, mencegah penyempitan arteri dan akumulasi lemak pada dinding arteri.
  • Kenari juga kerap makanan bagi otak karena merupakan sumber asam lemak omega 3 yang mengoptimalkan fungsi sel-sel di otak
  • Dapat digunakan sebagai salep pada borok yang telah lama tidak kunjung sembuh.

Sunset di Bukit Malimbu, Lombok Utara

Bukit Malimbu, yang berada di wilayah Lombok Utara, merupakan salah satu Spot terbaik untuk menikmati Sunset di Pulau Lombok dan sudah menjadi ikon Pulau Lombok selain Pantai Senggigi dan Gili Trawangan. Bukit ini terletak di jalur Senggigi - Pelabuhan Bangsal (Pelabuhan ke Gili Trawangan), jadi bila wisatawan dari Pantai Senggigi mau menuju Gili Trawangan via darat, pasti lewat lokasi ini.