Tak perlu banyak kata.... Selamat menikmati . . . . . . . . . . . .
Tampilkan postingan dengan label BALI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BALI. Tampilkan semua postingan
Kamis, 17 November 2011
Kamis, 03 November 2011
Museum Puri Lukisan, Bali
Museum Puri Lukisan Adalah sebuah museum seni rupa pertama, yang dikelola oleh swasta, di Bali. Diprakarsai oleh Cokorda Gede Agung Sukawati, I Gusti Nyoman Lempad serta seniman asing yang menetap di Ubud, Rudolf Bonnet. Berdiri pada 31 Januari 1956 dibawah naungan Yayasan Ratna Warta, dan di buka secara resmi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Yamin.
Di museum ini bisa dinikmati perkembangan seni rupa di Ubud, baik seni lukis maupun seni pahat. Beberapa karya dari para seniman asing yang berkarya di Ubud seperti: Rudolf Bonnet, Walter Spies, Arie Smit serta maestro lokal seperti I Gusti Nyoman Lempad, I Gusti Made Deblog, Ida Bagus Made dan yang lainnya. Termasuk juga karya seni rupa pada masa Pita Maha.
Museum ini berada di Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar. Tepatnya di Jalan Raya Ubud, berjarak kira-kira 11 km dari Kota Gianyar. Jarak tempuh yang diperlukan bagi anda yang ingin mengunjungi Museum Puri Lukisan ini kurang lebih 90 menit perjalanan dari Bandara Ngurah Rai dan kira-kira 40 menit dari Kota Denpasar bila menggunakan kendaraan bermotor.
Museum Puri Lukisan Memiliki sejarah penting tentang perkembangan seni yang ada di Bali. Di dalam museum ini tersimpan berbagai koleksi lukisan dan patung. Lukisan disini kebanyakan menggambarkan suasana kehidupan masyarakat Bali serta cerita tentang kisah pewayangan. Museum ini terdiri dari 4 bangunan terpisah, dimana kesemuanya dipergunakan untuk memajang dan menyimpan koleksi lukisan dan patung-patung. Bangunan pertama dinamakan Pitamaha Gallery koleksi dari I Gusti Nyoman Lempad, Bangunan kedua dinamakan Ida Bagus Made Gallery koleksi dari Ida Bagus Made, Bangunan Ketiga dinamakan Wayang Gallery tempat menyimpan dan memajang berbagai koleksi lukisan wayang dan bangunan yang keempat dipergunakan sebagai tempat informasi sejarah para pendiri juga dipergunakan sebagai gedung marketing.
Di museum ini bisa dinikmati perkembangan seni rupa di Ubud, baik seni lukis maupun seni pahat. Beberapa karya dari para seniman asing yang berkarya di Ubud seperti: Rudolf Bonnet, Walter Spies, Arie Smit serta maestro lokal seperti I Gusti Nyoman Lempad, I Gusti Made Deblog, Ida Bagus Made dan yang lainnya. Termasuk juga karya seni rupa pada masa Pita Maha.
Museum ini berada di Kecamatan Ubud Kabupaten Gianyar. Tepatnya di Jalan Raya Ubud, berjarak kira-kira 11 km dari Kota Gianyar. Jarak tempuh yang diperlukan bagi anda yang ingin mengunjungi Museum Puri Lukisan ini kurang lebih 90 menit perjalanan dari Bandara Ngurah Rai dan kira-kira 40 menit dari Kota Denpasar bila menggunakan kendaraan bermotor.
Museum Puri Lukisan Memiliki sejarah penting tentang perkembangan seni yang ada di Bali. Di dalam museum ini tersimpan berbagai koleksi lukisan dan patung. Lukisan disini kebanyakan menggambarkan suasana kehidupan masyarakat Bali serta cerita tentang kisah pewayangan. Museum ini terdiri dari 4 bangunan terpisah, dimana kesemuanya dipergunakan untuk memajang dan menyimpan koleksi lukisan dan patung-patung. Bangunan pertama dinamakan Pitamaha Gallery koleksi dari I Gusti Nyoman Lempad, Bangunan kedua dinamakan Ida Bagus Made Gallery koleksi dari Ida Bagus Made, Bangunan Ketiga dinamakan Wayang Gallery tempat menyimpan dan memajang berbagai koleksi lukisan wayang dan bangunan yang keempat dipergunakan sebagai tempat informasi sejarah para pendiri juga dipergunakan sebagai gedung marketing.
Goa Gajah di Bali
Goa Gajah. Pertama kali mendengar kata itu, dalam pikiran saya goa tersebut ukurannya Besar, karena Gajah identik dengan Hewan yang berukuran besar. Akan tetapi kenyataannya tidak seperti itu. Sebenarnya Goa Gajah adalah sebuah Pura, akan tetapi karena bentuknya seperti Goa, jadi dinamakan Goa. Nama Goa Gajah di duga berasal dari kata “Lwa Gajah”, nama Wihara atau pertapaan bagi biksu dalam agama Budha. Nama tersebut terdapat pada lontar Negarakertagama yang disusun oleh Mpu Prapanca pada tahun 1365 M.
Kata Lwa atau Lwah (Loh) memiliki arti sungai. Oleh karena itu, yang dimaksud di sini adalah pertapaan yang terletak di Sungai Gajah atau di Air Gajah. Dalam prasasti tahun 1103 Saka yang dikeluarkan oleh Raja Jayapangus disebutkan bahwa ‘Air Gajah’ adalah pertapaan bagi Pendeta Siwa. Goa Gajah di kelilingi area persawahan dengan ke indahan ngarai sungai Petanu, susasananya masi asri dan hijau. Menurut catatan sejarah, tempat wisata Goa Gajah pertama kali ditemukan oleh sarjana Belanda, Prof. Gorris dan Eting pada tahun 1923.
Goa Gajah ini terletak di Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Bali. Kalau dari Denpasar, jaraknya sekitar 26 km. Di bawah ini ada beberapa foto di Pura Goa Gajah, Bali :
Kata Lwa atau Lwah (Loh) memiliki arti sungai. Oleh karena itu, yang dimaksud di sini adalah pertapaan yang terletak di Sungai Gajah atau di Air Gajah. Dalam prasasti tahun 1103 Saka yang dikeluarkan oleh Raja Jayapangus disebutkan bahwa ‘Air Gajah’ adalah pertapaan bagi Pendeta Siwa. Goa Gajah di kelilingi area persawahan dengan ke indahan ngarai sungai Petanu, susasananya masi asri dan hijau. Menurut catatan sejarah, tempat wisata Goa Gajah pertama kali ditemukan oleh sarjana Belanda, Prof. Gorris dan Eting pada tahun 1923.
Goa Gajah ini terletak di Desa Bedulu, Blahbatuh, Gianyar, Bali. Kalau dari Denpasar, jaraknya sekitar 26 km. Di bawah ini ada beberapa foto di Pura Goa Gajah, Bali :
Rabu, 19 Oktober 2011
Erlangga, Pusat Oleh Oleh Khas Bali
Lagi liburan ke Denpasar? Pengen nyari oleh oleh yang murah dan lengkap? Yuph, kalau begitu ane rekomendasikan ke Pusat Oleh Oleh Erlangga, yang terletak di Jalan Erlangga, Denpasar. Di satu jalan tersebut, ada dua toko, masing masing Erlangga 1 dan Erlangga 2.
Erlangga 2 lebih lengkap dan luas, terdiri dari dua lantai tapi yang baru beroperasi hanya lantai satu. Di Lokasi tersebut kita dapat menemukan banyak barang yang unik unik khas bali. Ada makanan, tas, sandal, kaos, kain, selendang, gantungan kunci, asbak, lukisan dan masih banyak lagi yang tentunya sangat khas akan Bali.
Selain barang barang nya yang lengkap, fasilitasnya juga lengkap lho, ada toilet yang bersih, Mushola (bangunan langka di Bali), tempat parkir yang luas, kursi kursi dan berugak untuk bersantai, serta stand pengemasan dan pengiriman barang/paket. Jadi stand ini menyediakan jasa pengemasan barang menggunakan kardus, sehingga oleh oleh yang dibeli dapat dengan mudah dibawa pulang. Selain itu untuk yang ingin mengirimkan oleh oleh langsung ke rumahnya (seluruh Indonesia, ya semacam TIKI/JNE), bisa memanfaatkan jasa pengiriman paket yang disediakan. Stand ini sangat bermanfaat.
Berikut ini ada beberapa foto foto di Erlangga 2 :




Erlangga 2 lebih lengkap dan luas, terdiri dari dua lantai tapi yang baru beroperasi hanya lantai satu. Di Lokasi tersebut kita dapat menemukan banyak barang yang unik unik khas bali. Ada makanan, tas, sandal, kaos, kain, selendang, gantungan kunci, asbak, lukisan dan masih banyak lagi yang tentunya sangat khas akan Bali.
Selain barang barang nya yang lengkap, fasilitasnya juga lengkap lho, ada toilet yang bersih, Mushola (bangunan langka di Bali), tempat parkir yang luas, kursi kursi dan berugak untuk bersantai, serta stand pengemasan dan pengiriman barang/paket. Jadi stand ini menyediakan jasa pengemasan barang menggunakan kardus, sehingga oleh oleh yang dibeli dapat dengan mudah dibawa pulang. Selain itu untuk yang ingin mengirimkan oleh oleh langsung ke rumahnya (seluruh Indonesia, ya semacam TIKI/JNE), bisa memanfaatkan jasa pengiriman paket yang disediakan. Stand ini sangat bermanfaat.
Berikut ini ada beberapa foto foto di Erlangga 2 :
Senin, 17 Oktober 2011
Menikmati Seafood di Pantai Jimbaran Kala Malam Hari
Pantai Jimbaran yang berbentuk melengkung panjang ini akan sangat ramai oleh penikmat seafood di kala malam hari. Dari ujung yang satu sampai ujung yang satunya selalu ramai di malam hari, terutama saat week end. Dan kami pun sempat mencicipi kenikmatan masakan seafood beserta nyamannya tempat ini.
Dari sekian banyak resto yang berjajar di sepanjang pantai, kami memilih resto bernama "GEKKO", kalo diliat di kamus sih artinya tokek, ya semoga menunya bukan tokek bakar saus padang atau semur tokek *ngawuur. Mengapa kami memilih resto ini? Nanti dah saya ceritakan. Saat memasuki resto, kami langsung disambut pelayan, dan ditanyakan untuk berapa orang, kemudian kami langsung diantar ke lokasi makan yang berada di pinggir pantai. Woooow ramainya luar biasa, dan didominasi bule. Dalam hati "mampus, mati kere nih, isinya bule semua, pasti mahal" -____- .
Beberapa lembar kertas menu makanan pun disodorkan, kami pun berdebat cukup lama untuk menentukan pilihan. Setelah beberapa waktu menunggu, akhirnya menu makanan pun datang. Ada kepiting, kerang, udang, cumi dan ikan, serta cha kangkung dan kelapa muda. Wow, paduan yang sempurna.
Dari sekian banyak resto yang berjajar di sepanjang pantai, kami memilih resto bernama "GEKKO", kalo diliat di kamus sih artinya tokek, ya semoga menunya bukan tokek bakar saus padang atau semur tokek *ngawuur. Mengapa kami memilih resto ini? Nanti dah saya ceritakan. Saat memasuki resto, kami langsung disambut pelayan, dan ditanyakan untuk berapa orang, kemudian kami langsung diantar ke lokasi makan yang berada di pinggir pantai. Woooow ramainya luar biasa, dan didominasi bule. Dalam hati "mampus, mati kere nih, isinya bule semua, pasti mahal" -____- .
Beberapa lembar kertas menu makanan pun disodorkan, kami pun berdebat cukup lama untuk menentukan pilihan. Setelah beberapa waktu menunggu, akhirnya menu makanan pun datang. Ada kepiting, kerang, udang, cumi dan ikan, serta cha kangkung dan kelapa muda. Wow, paduan yang sempurna.
Suasana di sini sangat sangat asik buat berkumpul, nongkrong, ngobrol bareng temen temen. Suasana outdoor, beratapkan langit, diiringi suara debur ombak, dan dihibur oleh irama gamelan dan tarian Bali.
Hal inilah yang membuat harga makanan di sini sangat mahal. Dari semua makanan yang kami pesan, kami harus membayar sejuta lebih sedikit. T__T . Bangkrut dah ini, niatnya jalan jalan backpakeran, malah makan super mahal gini. Padahal awalnya kami memilih cafe ini karena di depan cafe banyak motor parkir, sedangkan cafe2 yang lain mobil2 yang parkir. Dalam pikiran kami sih harga makanan di sini lebih murah daripada yang laen karena yang datang cuma naek motor. Usut punya usut ternyata motor motor itu punya pegawainya. Haha, Apes apes...
Minggu, 16 Oktober 2011
Jalan-jalan ke Uluwatu di Bali
Uluwatu, adalah lokasi berikutnya yang ane kunjungi. Lokasinya lumayan jauh dari pusat kota Denpasar, akan tetapi jangan khawatir, jalannya bagus kok meskipun naik turun. Karena ini lokasi yang suci, termasuk komplek pura tempat peribadatan umat Hindu, jadi pakaiannya harus sopan, Kalo kita pakai celana pendek kita harus pakai kain yang digunakan untuk menutup kaki, kain tersebut dapat disewa di pintu masuk.
Setelah berjalan sekitar 200 meter di bawah pepohonan yang rindang kita akan sampai di sebuah Komplek Pura. Yang bikin asik di sini adalah kera kera yang usil dan nakal yang suka mengambil barang barang milik wisatawan. Jadi kalau ke sini jangan pakai kalung, anting yang menggantung, ataupun aksesoris lain yang bisa direbut kera tersebut. Terutama juga sandal, mereka sangat menyukai sandal yang berwarna cerah, seperti merah atau pink. Kalau yang pakai lengah, pasti diambil dengan paksa, ditarik dari kaki kita.
Lokasi Uluwatu ini berada di pinggir tebing yang tinggi, dan kalau kita melihati ke bawah, akan terlihat laut dengan ombaknya yang ganas. Sangat eksotis... Di komplek ini juga terdapat sebuah panggung tempat Pertunjukan Tari Kecak, dan tentunya kalau mau nonton harus membayar tiket masuk sebesar 75 ribu.
Setelah berjalan sekitar 200 meter di bawah pepohonan yang rindang kita akan sampai di sebuah Komplek Pura. Yang bikin asik di sini adalah kera kera yang usil dan nakal yang suka mengambil barang barang milik wisatawan. Jadi kalau ke sini jangan pakai kalung, anting yang menggantung, ataupun aksesoris lain yang bisa direbut kera tersebut. Terutama juga sandal, mereka sangat menyukai sandal yang berwarna cerah, seperti merah atau pink. Kalau yang pakai lengah, pasti diambil dengan paksa, ditarik dari kaki kita.
Lokasi Uluwatu ini berada di pinggir tebing yang tinggi, dan kalau kita melihati ke bawah, akan terlihat laut dengan ombaknya yang ganas. Sangat eksotis... Di komplek ini juga terdapat sebuah panggung tempat Pertunjukan Tari Kecak, dan tentunya kalau mau nonton harus membayar tiket masuk sebesar 75 ribu.
Senin, 10 Oktober 2011
Cantiknya Pantai Nusa Dua, Bali
.... Perjalanan dilanjutkan ke Nusa Dua, hmm ternyata lumayan jauh juga dari wilayah Sanur, tapi dengan akses jalan yang bagus, lebar, dan petunjuk arah yang jelas itu bukan menjadi masalah. Masuk ke dalam Kabupaten Badung, Nusa Dua yang terletak di ujung Tenggara Pulau Bali ini sangat eksotis dengan pengelolaan, pengembangan dan perawatan yang luar biasa, saya sangat salut pada tempat ini.
Di pintu gerbang kami melewati pemeriksaan oleh satpam setempat, dan hebatnya tanpa biaya masuk. Setelah melewati Pintu Gerbang, kami disuguhi pemandangan taman yang indah, cantik dan bersih, terlihat hijau asri, padahal ini musim kemarau. Hal ini dikarenakan ada penyemprot tanaman otomatis, yang senantiasa menyirami tanaman sepanjang hari.
Dengan mengikuti petunjuk arah, akhirnya kami sampai juga di sebuah Pantai nan indah. Yuph inilah Pantai Nusa Dua. Berbentuk dua buah tanjung, dengan Pura di ujungnya, Pantai ini sangat indah, di sebelah kiri ombaknya kecil, sehingga kita bisa mandi mandi di sini, sedang di sebelah kanan ombaknya agak besar.
Fasilitas di kawasan ini sangat lengkap, ada Hotel/cottage yang super mewah, sebuah bangunan theater, Mushola, tempat SPA, dll.
Di pintu gerbang kami melewati pemeriksaan oleh satpam setempat, dan hebatnya tanpa biaya masuk. Setelah melewati Pintu Gerbang, kami disuguhi pemandangan taman yang indah, cantik dan bersih, terlihat hijau asri, padahal ini musim kemarau. Hal ini dikarenakan ada penyemprot tanaman otomatis, yang senantiasa menyirami tanaman sepanjang hari.
Dengan mengikuti petunjuk arah, akhirnya kami sampai juga di sebuah Pantai nan indah. Yuph inilah Pantai Nusa Dua. Berbentuk dua buah tanjung, dengan Pura di ujungnya, Pantai ini sangat indah, di sebelah kiri ombaknya kecil, sehingga kita bisa mandi mandi di sini, sedang di sebelah kanan ombaknya agak besar.
Fasilitas di kawasan ini sangat lengkap, ada Hotel/cottage yang super mewah, sebuah bangunan theater, Mushola, tempat SPA, dll.
Pantai Semawang, Bali
Waktu menunjukkan pukul 04.30 WITA, dan kami pun sudah sampai di Pantai Semawang, yang masuk di wilayah Kelurahan Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan. Suasana pantai sangat sepi hanya bunyi ombak yang berdebur secara halus dan perlahan, serta sesekali terdengar lolongan anjing. Rasa capek, lelah, pegal serta ngantuk bercampur jadi satu, membuat kami tak berdaya, untungnya ada sebuah Kantin yang masih tutup dengan bagian depan tempat makannya terbuka tanpa tembok, dan beberapa kursi panjang yang tertata rapi yang seakan melambai lambai mengajak kami tidur di atasnya.
Dan kami pun seperti terhipnotis lambaiannya, sekejap kami pun satu persatu tertidur di atasnya. Terdengar suara sepeda motor mendekat, dan saya pun bangun. Kulihat langit di sebelah timur mulai memutih menampakkan sinar mentari. Saya pun berjalan pelan menuju pantai berbatu. Disitu saya duduk menanti munculnya mentari di ufuk timur, cukup lama juga saya duduk disitu sendirian namun mentari tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Panati mulai ramai oleh nelayan yang berangkat melaut mencari ikan. Tiba tiba pantai menjadi ramai, hmmm ternyata ada sekelompok warga berpakaian ada bali lengkap yang terdiri dari bapak bapak, ibu ibu serta anak anak, mereka pun naek kapal, lalu pergi menjauh ke tengah laut. Entah mau kemana mereka. Dan kesimpulannya Sunrise di Pantai Semawang gagal total.
Malang tak dapat disangka, mendung memenuhi ufuk timur, menutupi kecantikan mentari di pagi hari, dan saya pun hanya duduk terdiam sendiri di pantai, menunggu tanpa kepastian, menanti dan berharap awan hitam segera berlalu terbawa angin. Sayang sekali hari semakin siang, dan awan pun tak beranjak dari kedudukannya, langit terlihat suram dan murung sepertinya mau menangis, menumpahkan air nya.
Dan kami pun seperti terhipnotis lambaiannya, sekejap kami pun satu persatu tertidur di atasnya. Terdengar suara sepeda motor mendekat, dan saya pun bangun. Kulihat langit di sebelah timur mulai memutih menampakkan sinar mentari. Saya pun berjalan pelan menuju pantai berbatu. Disitu saya duduk menanti munculnya mentari di ufuk timur, cukup lama juga saya duduk disitu sendirian namun mentari tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Panati mulai ramai oleh nelayan yang berangkat melaut mencari ikan. Tiba tiba pantai menjadi ramai, hmmm ternyata ada sekelompok warga berpakaian ada bali lengkap yang terdiri dari bapak bapak, ibu ibu serta anak anak, mereka pun naek kapal, lalu pergi menjauh ke tengah laut. Entah mau kemana mereka. Dan kesimpulannya Sunrise di Pantai Semawang gagal total.
Malang tak dapat disangka, mendung memenuhi ufuk timur, menutupi kecantikan mentari di pagi hari, dan saya pun hanya duduk terdiam sendiri di pantai, menunggu tanpa kepastian, menanti dan berharap awan hitam segera berlalu terbawa angin. Sayang sekali hari semakin siang, dan awan pun tak beranjak dari kedudukannya, langit terlihat suram dan murung sepertinya mau menangis, menumpahkan air nya.
Minggu, 26 Juni 2011
Nasi Jinggo, Khas Bali

Di jawa ada Nasi Kucing, di Lombok ada Nasi Puyung, eh di Bali ada Nasi Jinggo, yang khas dengan daerahnya masing masing. Nasi Jinggo adalah hidangan murah meriah yang sangat populer di Bali. Khususnya di kota Denpasar dan Badung. Hidangan ini awalnya diperuntukkan bagi para pekerja malam. Awalnya, sekitar tahun 1980-an, nasi jinggo hanya tersedia di emperan toko jalan Gajah Mada di kawasan Pasar Badung, Denpasar, antara pukul 23.00 hingga dini hari. Di situlah, selain pekerja malam, para mahasiswa yang mengerjakan tugas kuliah hingga larut malam, menikmati nasi jinggo. Dari merekalah menyebar informasi tentang kenikmatan nasi jinggo ini hingga kini menyebar hampir ke seluruh sudut kota Denpasar dan Badung, bahkan ke beberapa kota di Bali.
Kalau beli nasi jinggo jangan cuma sebungkus, ane jamin pasti kurang, cos porsinya yang super kecil tapi bikin ketagihan, pengen nambah lagi dan lagi. Harganya murah meriah, gak sampai tiga ribu dapat sebungkus (seperti gambar di atas). Mau coba? datanglah ke angkringan pinggir jalan di sekitar Denpasar atau Badung Bali.
Kalau beli nasi jinggo jangan cuma sebungkus, ane jamin pasti kurang, cos porsinya yang super kecil tapi bikin ketagihan, pengen nambah lagi dan lagi. Harganya murah meriah, gak sampai tiga ribu dapat sebungkus (seperti gambar di atas). Mau coba? datanglah ke angkringan pinggir jalan di sekitar Denpasar atau Badung Bali.
Super Kacang Asin "Rahayu", Khas Bali

Wah, malem malem dapat oleh oleh dari Bali, dikasih ama tetangga kost. Oleh-olehnya Kacang Rahayu, kata om nya sih, khas Bali. Kacangnya berupa kacang yang udah dikupas, tapi masih ada kulit ari nya, sama kaya kacang oven. Rasanya Gurih, tapi tidak terlalua asin, seperti mereknya "kacang asin". Sebenarnya kacang seperti ini banyak dijumpai di pasaran, hanya saja merek "Rahayu" ini khas Bali.
Sabtu, 22 Januari 2011
Bulenya Pantai Kuta, Bali
Melanjutkan Postingan Pantai Kuta Bali, yang berisi foto foto alam pantai Kuta Bali, nah sekarang ane posting foto-foto pemandangan di Pantai Kuta, tapi bukan pemandangan alam, hahai pemandangan manusia..xixixixixi. Tanpa Panjang lebar, selamat menikmati dah...
Kamis, 20 Januari 2011
Konservasi Penyu di Pantai Kuta, Bali
Saat jalan jalan ke Pantai Kuta, ane tertarik dengan Patung Penyu yang cukup besar, saat ane dekati, ternyata itu tempat konservasi Penyu (Kuta Beach Sea Turtle Conservation). Berdirinya tempat konservasi ini dimulai dari sejak 2002, ketika Satgas Pantai Kuta, BKSDA Bali dan ProFauna bekerjasama melindungi penyu-penyu yang datang ke pantai Kuta untuk bertelur. Merelokasi telur-telur itu ke bak penetasan di tempat ini, supaya aman dari ombak dan gangguan manusia.
Musim bertelur dimulai pada bulan Maret sampai September, dan akan mulai menetas dari Bulan Mei sampai Oktober. Dari 2002 sampai tahun 2009, lebih dari 12.000 tukik telah dilepaskan di Pantai Kuta, dan kira kira selama Tahun 2010 lebih dari 10.000 tukik telah dilepaskan. Konservasi Penyu ini mendapat dukungan penuh dari Coca Cola Amatil Indonesia, Quick-silver, Satgas Kuta, ProFauna Indonesia, Inna Kuta Hotel & Resorts, BKSDA dan Pemkab Badung.
Musim bertelur dimulai pada bulan Maret sampai September, dan akan mulai menetas dari Bulan Mei sampai Oktober. Dari 2002 sampai tahun 2009, lebih dari 12.000 tukik telah dilepaskan di Pantai Kuta, dan kira kira selama Tahun 2010 lebih dari 10.000 tukik telah dilepaskan. Konservasi Penyu ini mendapat dukungan penuh dari Coca Cola Amatil Indonesia, Quick-silver, Satgas Kuta, ProFauna Indonesia, Inna Kuta Hotel & Resorts, BKSDA dan Pemkab Badung.
Rabu, 19 Januari 2011
Sate Babi, Bali

Sangat mudah menemukan kuliner ini di Bali, Babi memang sudah menjadi bahan makanan yang biasa dikonsumsi di daerah ini. Foto ini diambil di Tempat Parkir Pantai Dreamland, Bali. Dikarenakan makanan yang satu ini haram, ane tidak berani mencobanya, dan tidak tertarik sedikitpun untuk mencobanya. hehe. Tapi kalau anda penasaran, silahkan mencobanya sendiri, datang saja ke Bali, sangat mudah menemukannya.
Pabrik Kata-Kata Joger, Bali
Dalam wisata ke Bali minggu ini, ane bersama temen temen ane menyempatkan belanja kaos di Joger Bali. Kunjungan ini adalah yang ke dua, dulu ane pernah ke sini saat Study Tour SMA N 1 Purworejo, akan tetapi karena dulu ane gak punya duit, jadi dulu di sini cuma muter muter aja, liat liat isinya, gak beli barang apa apa. Nah sekarang inilah waktunya untuk belanja besar besaran.Joger ini memang sangat unik, kata kata yang tertulis baik di kaos maupun tertulis di dinding dinding bangunannya sangat unik, lucu, dan kreatif, seperti yang ada pada foto foto di bawah. Outlet ini tidak pernah sepi, apalagi saat-saat liburan, wah pasti penuh sesak, khususnya ruangan penjualan kaos, sudah pasti membludak, harus hati hati aja dengan barang bawaan, dompet atau hape.
Outlet Joger ini menjual berbagai jenis barang, tidak cuma kaos aja, ada gantungan kunci, sandal, sepatu, celana, jaket, stiker, dan berbagai jenis hiasan dan kerajinan lain. Bagi teman teman yang berkesempatan maen ke Bali, jangan lupa mampir ke Outlet Joger ini, dijamin bakal terpesona, terkesima, dan tergila gila, hehe, tapi jangan lupa bawa uang yang cukup, biar di sini gak cuma bengong aja seperti sapi ompong. Hahai.. Di bawah ini ada beberapa foto Joger Bali yang ane ambil dari berbagai sudut menggunakan kamera hape ane.












Langganan:
Postingan (Atom)