Tampilkan postingan dengan label Fauna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fauna. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 Maret 2012

Komodo di Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur


Pulau Komodo, sebuah pulau yang terletak di sebelah timur Pulau Sumbawa ini merupakan habitat asli hewan Komodo. Meskipun jaraknya tidak terlalu jauh dari Lombok, saya sendiri belum pernah kesana, dan ingin sekali kesana, cuman waktu yang belum ada.

Saya tertarik untuk posting mengenai Komodo karena tiga hal. Pertama, karena melihat foto foto temen saya yang baru saja kesana sebulan lalu. Kedua, adanya tayangan dari dua stasiun televisi nasional yang meliput pulau ini dari dua segi yang berbeda. Ketiga, karena pulau ini kemaren heboh dengan adanya pemilihan New 7 Wonders. Nah di bawah ini ada beberapa foto komodo di Pulau Komodo :





Sebenarnya saya sudah lama mengetahui tentang pulau ini, namun mulai mencari tahu lebih dalam semenjak ribut ribut masalah pemilihan New 7 wonders beberapa bulan lalu, dan saat itu pun saya kurang setuju Pulau Komodo diikutkan dalam event 7 keajaiban dunia baru, kenapa? Simple saja, karena Pulau Komodo adalah habitat asli dan alami bagi Komodo. Jika, terpilih dan semakin banyak wisatawan ke sana, saya yakin habitat aslinya pasti terganggu.

Masih menikmati foto foto temenku di pulau komodo, eh gak disangka ada liputan tentang Pulau Komodo di TV, yang isinya tentang perjalanan wisata dua orang artis (cowok cewek). Semakin terpana deh saya akan pulau ini, yang awalnya cuma lihat foto (objeknya diam) , sekarang disuguhi gambar bergerak di tivi, wooo apalagi artisnya seksi booo... berbikini di pantai.. wohoooo.. ups jadi lost fokus, ini kan mau bahas komodo. *abaikan

Oia di salah satu scene nya ada sebuah permainan yang melibatkan wisatawan dengan komodo. Cara permainannya, ada seorang yang memegang tali, yang panjangnya sekitar 3 meter dan di ujungnya dikaitkan daging. Nah orang tersebut harus megang tali tersebut sembari dikejar Komodo, lari muter muter sampai capek dan akhirnya dilepaskan juga tali tersebut. Beuh, sepertinya permainan ini asyik sekali, dijamin adrenalin naik.

Tapi ada stasiun TV lain yang menyorot Pulau Komodo dari segi yang lain, yaitu dari segi kehidupan masyarakat yang tinggal di Pulau itu. Wah baru tahu, ternyata ada penduduk lokalnya di Pulau ini dan tinggal berdampingan dengan komodo, woyooo serem juga. Ironisnya mereka hidup sangat kekurangan, penuh keterbatasan dan diselimuti kegelapan saat malam (minus listrik). Saya jadi memikirkan, pemerintah bayar ratusan juta untuk bisa mengikutkan Pulau Komodo ke pemilihan new 7 wonders, tapi justru penduduk lokalnya tidak diperhatikan. Miris ya, kalau bahasa jawanya "ngenes".


jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok
LOMBOK itu INDAH

Senin, 26 September 2011

Dunia Bawah Air Gili Nanggu, Lombok Barat

Salah satu tempat Favorit ane di Lombok adalah Gili Nanggu. Sebuah Gili/Pulau kecil yang terletak di daerah Sekotong ini menyimpan kekayaan flora dan fauna bawah laut yang menawan. Karang yang masih bagus, ditambah ribuan ikan kecil berwarna warni yang berenang kesana kemari, dan akan mendekat ke kita, bahkan sangat dekat bila kita membawa remah remah roti. Remah roti yang sudah dalam botol dan siap digunakan dijual di Pelabuhan Tawun, di warung dekat loket penjualan tiket penyeberangan, dengan harga lira ribu rupiah per botol.

Kehidupan bawah laut di daerah ini masih sangat terjaga, tidak seperti di Gili Trawangan yang sudah banyak rusak karena kapal kapal melempar jangkar sembarangan, yang dapat merusak karang, sehingga dapat mengganggu kehidupan ikan.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat Snorkling demi kelestarian biota laut dan demi keselamatan kita, yaitu :
  1. Sewalah alat snorkling yang terdiri dari Pelampung, Google (kacamata renang + alat bantu pernapasan), dan Sepatu Katak (memudahkan berenang). Alat alat ini dapat disewa di Pelabuhan Tawun. Kacamata mencegah mata menjadi pedih, pe;ampung berfungsi agar kita tidak capek menggerakkan kaki dan tangan untuk mengapungkan diri. Kaki katak berguna memudahkan kita berenang.
  2. Hati hati terhadap makhluk yang berwujud seperti tali putih agak transparan di dasar, sekitaran karang karang, karena kalau tersentuh, kulit kita bisa terasa panas terbakar.
  3. Hati hati juga terhadap ubur ubur kecil transparan yang sulit terlihat di dalam air, karena kalau sampai tersentuh, kulit kita bisa terasa panas.
  4. Jangan menangkap ikan, bintang laut maupun biota lain untuk dibawa pulang, demi kelestarian mereka.
  5. Sebisa mungkin jangan menginjak karang, karena bisa merusak nya.
  6. Hati hati saat air surut, karena akan sangat dangkal, dan kaki kita bisa luka tergesek karang.
  7. Jika kita sudah selesai memberi makan ikan menggunakan Roti dalam botol, sebaiknya jangan buang botol kosong ke laut, buanglah pada tong sampah yang sudah disediakan di dekat berugak.
Berikut ini ada beberapa foto yang ane ambil saat memberi makan ikan di sekitar perairan Gili Nanggu:











Rabu, 17 Agustus 2011

Uniknya Binatang Bulu Babi



Nama hewan ini lumayan sangar ya, "Bulu Babi". bentuknya bulat dan dipenuhi bulu bulu tajam seperti landak, entah kenapa namanya bulu babi, padahal babi tidak punya bulu setajam itu. Hewan ini mudah ditemukan di perairang berkarang, ane menemukannya kemaren di sekitar Pantai Ela Ela, Sekotong, Lombok Barat.



Selain Tajam Bulu babi juga memiliki sedikit bisa sehingga apabila terinjak akan merasakan demam karena bisa dari duri bulu babi tersebut, namun tidak mematikan, oia kata para nelayan sih, cara paling ampuh untuk pertolongan pertama saat terkena bulu babi adalah dengan mengaliri dengan air kencing. Hmm tapi sepertinya sih belum ada penelitian resmi dari ilmuwan mengenai hal ini.



Namun, siapa sangka di jepang telur dari bulu babi yang di jepang biasa disebut ‘uni’ sangat digemari oleh masyarakat jepang. Untuk satu kilogram uni di jepang harganya berkisar antara 50 sampai 500 dollar. Konsumsi akan uni dijepang sangatlah tinggi dan masyarakat jepang pun menduduki peringkat pertama pengkonsumsi produk bulu babi di dunia dengan 90% persen produk bulu babi dunia dikonsumsi oleh masyarakat jepang. Kereeeen....





Kamis, 16 Juni 2011

Teripang di Pantai Pandanan, Bangko-Bangko

Eh tahu nggak sih dengan Binatang Laut yang bernama "teripang"?, ternyata temen temen ane banyak yang kurang tahu, cuma sekedar pernah denger aja, tapi belum pernah liat, apalagi pegang atau makan. Nah saat ane jalan jalan ke Bangko Bangko, tepatnya di pantai pandanan, pantai tersebut sedang surut airnya, jadi kami bisa masuk ke laut sekitar seratus meter, dasar laut yang kami injak ini berupa pasir berbatu dan banyak ditumbuhi tumbuhan laut berupa rumput-rumputan. Nah ternyata disitu banyak bergelimpangan Teripang/timun laut. Awalnya kami nggak ngeh dengan kehadiran fauna tersebut karena warnanya yang sama dengan pasir. Tapi setelah didekati, trus disentuh, eh ternyata empuk empuk kenyal. Langsung ane ambil, wow lha kok keluar air dari ujungnya, muncrat.



Rabu, 13 April 2011

Monyet Minum "Minute Maid Pulpy"


Rasanya ingin ketawa aja kalau lihat foto ini, seekor monyet dengan lahapnya menikmati sebotol Minuman "Minute Maid Pulpy" rasa jeruk. Foto ini diambil di Kawasan Hutan Pusuk, Lombok. Lucu banget ekspresi monyet ini saat minum air jeruk yang asam ini, sebentar sebentar berhenti minum, sambil mengerutkan dahinya sambil lidahnya dikeluar-keluarin karena merasakan asam nya air minum ini. Monyet itu mendapatkan sebotol minuman ini dari seorang wisatawan yang datang kesini, iseng iseng dia ngasih botol ini ke monyet dalam keadaan tutup masih terpasang, dan uniknya monyet itu bisa membuka tutup botol tersebut, dengan memutar tutupnya, pinter ya.... siapa coba yang ngajarin,,,,

Sabtu, 09 April 2011

Lipan/Kaki Seribu Lagi Kimpoi


Huhui, siang siang, di pinggir kolam nemu sepasang hewan bernama Lipan atau biasa disebut kaki seribu lagi asyik kimpoi. Posisinya satu di atas dan satunya di bawah, dan saling menyentuhkan salah satu ujung tubuhnya. Untuk yang bawah ukurannya lebih panjang, kurang tahu mana yang cewek dan mana yang cowok.

Selasa, 15 Februari 2011

Ubur-ubur Transparan


Foto di atas ini gambar apa hayo? Siapa yang tahu? Yuph, gambar tersebut adalah Ubur-ubur Transparan. Maaf kalo gambarnyakurang jelas, karena telah bercampur pasir, ane takut untuk megang, karena setahu ane ubur ubur itu beracun. Foto ini ane dapat di Pantai Meninting, Lombok, Lokasinya kalau dari arah Mataram, Sebelum Pantai Senggigi. Nah di sekitar sini banyak nelayan yang menangkap ikan dengan menjaring, saat ane lihat nelayan mengangkat jaring, eh ada sesuatu yang bening bening ikut nyangkut di jaring, awalnya ane kira plastik bening yang berisi air, eh ama nelayannya si bening ini dilempar, langsung pecah di pasir. Lalu ane tanya ama orang sini yang lagi lihat juga, dia bilang kalo itu ubur-ubur, ane gak percaya banget, cos setelah hancur benda itu gak berbentuk lagi, hanya seperti agar agar putih yang tumpah di pasir.

Tidak berapa lama ada lagi si bening yang nyangkut di jaring. Nah kali ini ane baru percaya kalau itu ubur-ubur karena masih berbentuk, ada tentakelnya di bawah. Subhanallah, indah banget makhluk ini, tapi ngeri juga, gak berani megang, karena beracun. Nah untuk mengerti lebih jauh tentang hewan indah tapi beracun ini silakan klik aja LINK INI. Thx


Sabtu, 12 Februari 2011

Monyet-monyet Hutan Pusuk (Bagian 2)

Pusuk adalah sebuah hutan yang cukup dekat dengan pusat kota Mataram, penjelasan lebih lanjut, bisa kamu baca di postingan ini, di lokasi ini ada sebuah jalan yang menghubungkan kota Mataram dengan Pelabuhan Bangsal (pintu gerbang menuju Gili Trawangan). Jalan ini membelah hutan pusuk, nah di bagin tertinggi dari jalan ini banyak monyet monyet yang dengan bebasnya bermain main di pinggir jalan, menunggu pemberian makanan oleh pengendara yang lewat. Lokasi ini sering dikunjungi bule juga Lho (lihat aja foto foto di bawah ini), yang ane salut adalah, masyarakat sekitar sini bisa menjaga kelestarian monyet ini sehingga mereka bisa hidup bebas di sini tanpa ada gangguan, coba di wilayah lain, pasti udah diburu, ditembakin. Kebetulan pas ane kesini untuk kesekian kalinya, ada bule juga yang datang sepasang suami istri, dengan didampingi dua guide warga lokal, setelaha ane tanya ama guide nya, baru ane tahu kalau itu adalah turis dari Belanda.














Turtle Conservation di Gili Meno, Lombok


Seperti di Gili Trawangan, di Gili Meno juga terdapat Tempat Konservasi Penyu (turtle Conservation), akan tetapi di sini tempatnya lebih kecil, dan sedikit penyunya. Saat ini konservasi penyu di Gili Meno dilakukan oleh seorang warga. Konservasi penyu yang ada di Gili Meno merupakan cabang dari konservasi penyu yang ada di Gili Trawangan. Biaya perawatan diperoleh dari masyarakat dan wisatawan yang berkunjung ke Gili Meno. Terdapat 3 (tiga) lokasi penetasan dan penangkaran di Gili Meno yaitu di depan Gazebo Hotel (sebelah timur), Diana Kafe (sebelah barat), Good Heart Bungalows. Saat ini terdapat 40 ekor penyu di Gazebo Hotel, 17 ekor di Good Heart dan 60 telur penyu yang sedang ditetaskan di Diana Kafe. Telur penyu yang dipelihara di dapat dari pantai di sekitar pantai Gili Meno yang diperoleh dengan mencari dimana penyu meletakkan telurnya.

Setelah penyu cukup umur, kemudian penyu tersebut dilepas ke laut. Pelepasan diikuti oleh para wisatawan dan warga sekitar. Hal ini dilakukan untuk menarik para wisatawan yang datang berkunjung ke Gili Meno. Beberapa jenis penyu yang pernah di lakukan penangkaran di Gili Meno adalah jenis penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), penyu bawang dan penyu batu. Penyu sisik merupakan penyu yang paling banyak ditemukan di Gili Meno.




Kamis, 27 Januari 2011

Kepiting Putih di Pasir Putih


Keterangan Gambar :
- Kepiting berwarna Putih
- Pantai Selong Belanak, Lombok

Kamis, 20 Januari 2011

Konservasi Penyu di Pantai Kuta, Bali


Saat jalan jalan ke Pantai Kuta, ane tertarik dengan Patung Penyu yang cukup besar, saat ane dekati, ternyata itu tempat konservasi Penyu (Kuta Beach Sea Turtle Conservation). Berdirinya tempat konservasi ini dimulai dari sejak 2002, ketika Satgas Pantai Kuta, BKSDA Bali dan ProFauna bekerjasama melindungi penyu-penyu yang datang ke pantai Kuta untuk bertelur. Merelokasi telur-telur itu ke bak penetasan di tempat ini, supaya aman dari ombak dan gangguan manusia.

Musim bertelur dimulai pada bulan Maret sampai September, dan akan mulai menetas dari Bulan Mei sampai Oktober. Dari 2002 sampai tahun 2009, lebih dari 12.000 tukik telah dilepaskan di Pantai Kuta, dan kira kira selama Tahun 2010 lebih dari 10.000 tukik telah dilepaskan. Konservasi Penyu ini mendapat dukungan penuh dari Coca Cola Amatil Indonesia, Quick-silver, Satgas Kuta, ProFauna Indonesia, Inna Kuta Hotel & Resorts, BKSDA dan Pemkab Badung.

Kamis, 06 Januari 2011

Kucing dalam Kantong Kresek


"Kucing dalam Kantong Kresek"
Lokasi di Jalan Niaga I, Ampenan, Mataram, NTB

Jumat, 24 Desember 2010

Monyet Mencari Kutu


Si empunya kost ane melihara monyet yang dikurung dalam kandang, diletakkan dekat pintu gerbang, gak tahu fungsinya untuk apa, sebahgai piaraan biasa atau sebagai penjaga. Kalau sebagai penjaga, gak mungkin juga karena ane liat monyet itu diem aja di dalam kandang, sedang meratapi nasibnya, kasihan juga ya... Gak bisa bergerak bebas melompat dari satu dahan ke dahan yang lain, seperti habitatnya, pohon.

Nah siang itu ane baru lihat pertama kali monyet itu dikeluarkan dari kandangnya, sepertinya monyet itu bahagia banget, di taruh di atas tiang jemuran, dan si empunya berdiri di bawahnya. Oh ternyata monyet itu disuruh mencari kutu si empunya, wah lucu juga ya, rambut disibak sibak, penuh konsentrasi mencari kutu.

Monyet memang sering dimanfaatkan oleh manusia karena keahliannya, dan tentunya harus dilatih dulu. Selain mencari kutu, monyet juga bisa memetik kelapa (bisa memilih kelapa mana yang sudah waktunya dipetik), menari-nari dan menirukan gaya manusia seperti pada pertunjukan topeng monyet, dll.

Senin, 20 Desember 2010

Monyet-monyet di Hutan Pusuk, Lombok





Saat pulang dari Gili Trawangan menuju Kota Mataram, kami memilih jalur tengah, yang membelah hutan, nah di tengah perjalanan, kami melewati suatu daerah bernama Pusuk. Pusuk merupakan bagian kawasan Hutan Rinjani, Lombok dan merupakan tempat persinggahan bagi turis, baik asing maupun domestik.

Uniknya di Pusuk ini terdapat ratusan ekor monyet yang selalu setia menanti dipinggir jalan untuk diberi makan oleh pengendara yang lalu lalang melintas dijalan yang berkelok-kelok. Jalan di pusuk memang terlihat seperti kawasan puncak yang menawarkan sensasi yang berbeda bagi pengendara maupun turis asing. Hutan lindung yang rimbun serta suara alam mengiringi monyet yang berjejer di pinggir jalan.

Tempat ini sungguh menakjubkan, kehidupan mereka tidak terganggu dengan lalu lalangnya mobil, justru malah menengadahkan tangannya meminta makanan seperti pengemis. Ane takjub, masyarakat sekitar juga ikut menjaganya, tidak memburunya. Nah kalau anda melewati jalan ini, harap hati hati ya, karena monyetnya suka jalan-jalan ke tengah jalan, dengan enaknya melenggangkan kaki dari sisi yang satu ke sisi yang lain.

Minggu, 19 Desember 2010

Kambing di Atas Pagar

Eh, ada kambing lagi sarapan niy... Naik ke atas pagar lagi, bingung juga bagaimana cara naiknya, padahal lumayan tinggi pagarnya. Di tanah Lombok ini memang si empunya membiarkan hewan piaraannya berkeliaran mencari makan, selain kambing di sini juga banyak terdapat sapi dan kerbau.

Kambing atau dalam bahasa jawa disebut wedhus merupakan binatang memamah biak yang berukuran sedang. Kambing ternak (Capra aegagrus hircus) adalah subspesies kambing liar yang secara alami tersebar di Asia Barat Daya dan Eropa. Kambing sudah dibudidayakan manusia kira-kira 8000 hingga 9000 tahun yang lalu. Di alam aslinya, kambing hidup berkelompok 5 sampai 20 ekor. Dalam pengembaraannnya mencari makanan, kelompok kambing ini dipimpin oleh kambing betina yang paling tua, sementara kambing-kambing jantan berperan menjaga keamanan kawanan. Waktu aktif mencari makannya siang maupun malam hari. Makanan utamanya adalah rumput-rumputan dan dedaunan.

Kambing itu mempunyai bau yang sangat khas, kalau orang jawa bilang bau prengus. Jan, ambune ora enak tenan. Hewan ini memang banyak diternakkan, untuk diambil hasilnya maupun dijual lagi. Nah di bawah ini ada beberapa manfaat atau keuntungan yang kita peroleh dari kambing :
  1. Daging. Bagian utama dari kambing yang dapat diambil manfaatnya yaitu dagingnya. Daging kambing dapat diolah menjadi berbagai masakan seperti sate, gule, kambing guling dan lain lain.
  2. Susu. Pernahkah minum susu kambing? Kalo ane sih belum pernah, ane memang kurang terlalu suka susu, hehe, padahal susu kambing baik untuk berbagai keadaan terutama mencegah penyakit. Malah dianjurkan untuk penderita penyakit TBC, asma, anemia, hepatitis, kram otot dan tukak lambung lho. Sedangkan manfaat lain susu kambing ini adalah dapat menetralisir asam lambung, menambah vitalitas dan daya tahan tubuh, mengatasi masalah impotensi dan mengoptimalkan pertumbuhan pada anak.
  3. Kulit. Kulit kambing juga dapat dimanfaatkan lho. Kulit bisa untuk membuat kerajinan kulit, bedug, dompet, tas, bahkan jaket. Selain itu kulit kambing juga bisa dijadikan kerupuk kulit.