Minggu, 06 Maret 2011

Cantiknya Putri Mandalika/Putri Nyale, Lombok

Pada Tanggal 23-24 Februari lalu ane berkesempatan melihat tampilnya para Putri Mandalika di Pesta Bau Nyale yang berlokasi di Pantai Seger, Lombok Tengah. Ane bisa berada di sini karena diajak temen ane yang sedang tugas di Pemda Lombok Tengah, suatu kehormatan, pergi kesana naek mobil bersama panitia penyelengggara, dengan berbekal undangan, kami dapat tempat duduk yang nyaman.

Sayangnya kami sampai sana terlambat, acara penampilan para Putri Mandalika di Panggung sudah selesai, tapi untungnya, mereka justru menuju kursi penonton, mendekati keluarga masing masing yang juga ikut menyaksikan di bangku penonton. Wah kesempatan bagus nih, tidak ane sia siakan, langsung ane jepret dah.. :hahai: dapat juga, cantik cantik bre.

Putri Mandalika ini juga ada ceritanya lho, konon Putri Mandalika adalah putri Raja Tonjang Beru yang cantik jelita dari suku sasak di Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat (NTB) bagian selatan, dan karena kecantikannya, 7 orang Putra Mahkota ingin meminangnya dan mengancam jika di tolak maka akan menyerang kerajaan Tonjang Beru dan jika menerima nya Putri yang cantik dan pandai menenun serta memasak ini akan dijadikan Ratu di kerajaan nya.

Raja menjadi bingung dan meminta pendapat sang Putri. Setelah bersemedi/berfikir selama 7hari di panggung bukit Seger dekat pantai Kuta yang dibuatkan khusus oleh ayahnya, akhirnya putri memberi keputusan. Para Putra Mahkota yang melamarnya diminta datang ke pantai Seger pada tanggal 19 bulan ke 10 kalender Sasak.

Pada malam keputusan itu dengan berpakaian serba putih Putri memberikan keputusan nya dari atas panggung. Putri menyatakan : "Bersabarlah semua pangeran, aku bukan milikmu. Tapi milik seluruh rakyat yang hadir di tempat ini. Terimalah; aku dalam wujudku yang lain. Setiap tahun aku akan datang bertepatan dengan malam ini. Aku datang membawa kemakmuran, untuk semuanya"

Selesai mengucapkan pernyataan nya itu Putri Mandalika terjun kelaut, kilat saling menyambar, dan Putri hilang ditelan ombak. Sehingga untuk memperingatinya setiap tahun mulai akhir Febuari hingga awal Maret, masyarakat di Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, membanjiri Pantai Seger dekat Kuta untuk melakukan Bau Nyale. Bau Nyale artinya menangkap cacing karang (nyale). Cacing nyale ini dipercayai masyarakat sebagai penjelmaan Putri Mandalika. Oleh masyarakat setempat cacing nyale ini dimakan mentah, digoreng atau dipepes kabarnya rasanya cukup lezat mirip ikan.




Tidak ada komentar:

Poskan Komentar