Kamis, 04 Agustus 2011

Bocah Penerjun di Pelabuhan Ketapang


Saat melihat dua bocah hanya bercelana pendek, bertelanjang dada jalan jalan di kapal Ferry di Pelabuhan Ketapang, ane jadi teringat masa masa SMA saat study tour ke Bali bersama temen-temen SMA, saat berada di kapal ferry, ada beberapa bocah yang hanya bercelana pendek meloncat dari kapal untuk mengambil koin koin yang dilempar oleh penumpang ke Laut, dengan semangat mereka meloncat, terjun bebas ke laut hanya untuk satu keping koin. Hmm betapa berat perjuangan mereka untuk mendapatkan koin yang paling hanya buat jajan mereka sehari hari. Padahal laut disitu dalam. Wah kuat juga mereka berenang yaa.

Sore ini juga, namun ada dua perbedaan, yang pertama sekarang mereka hanya berdua, sedangkan dulu lumayan banyak. Dan perbedaan yang kedua adalah dulu yang dilempar koin, mereka pasrah aja penumpang kapal mau melempar koin sejumlah berapa, akan tetapi kemaren, eh bocah itu minta dilempar uang lima ribu, hahai kecil kecil udah negerti duit ya, hmm karena kasihan akhirnya ane lempar juga uang lima ribu rupiah, yah itung itung amal dah. Dengan sigapnya anak itu berenang mengejar uang yang ane lemparin ke laut, dia berusaha agar uangnya tidak diambil oleh teman nya.

Rabu, 03 Agustus 2011

Trip ke Gunung Bromo

Postingan ini masih dalam rangka Touring Menyambut Ramadhan, dimana hari pertama kami Mendaki Kawah Ijen, dan hai kedua, kami mendaki Gunung Bromo.

Perjalanan kami awali dari Kota Malang, tempat persinggahan kami yang datang dari Mataram, rencananya kami meluncur dari Malang hari Minggu pagi dini hari, untuk mengejar Sunset di minggu paginya, akan tetapi karena sesuatu dan lain hal (sopirnya kecapekan), akhirnya kami berangkat ke Bromo Minggu pagi. Kami melalui pintu dari Pasuruan, perjalanan dari Malang tidak terlalu lama, kurang lebih satu setengah jam dengan jalan mulus.

Setelah memasuki kawasan wisata Bromo, jalanan mulai menanjak, dan berkelak kelok dengan pemandangan pegunungan hijau di kanan kiri, sangatlah indah menawan hati, berikut beberapa fotonya :




Tidak berapa lama, setelah melewati rumah rumah penduduk di sepanjang jalan (jadi inget FTV di SCTV yang syuting di bromo beberapa bulan lalu), kami sampai di sebuah pintu gerbang, di situ kami dihentikan oleh beberapa orang, dan ditawari untuk naik mobil jeep Hard Top, karena mobil pribadi memang dilarang masuk ke lautan pasir sejak setahun yang lalu (kecuali motor), dikarenakan dulu pernah ada mobil pribadi yang tenggelam di lautan pasir.

Mereka menawarkan dua paket perjalanan, dimana dengan tujuan dua objek (lautan pasir dan penanjakan satu) kena tarif Rp 350.000,00 dan bila empat objek (lautan pasir, penanjakan 1 dan 2, ditambah pasir berbisik) tarifnya Rp 600.000,00 . Dikarenakan waktu kami mepet, kami memilih yang paket pertama. Tanpa panjang lebar, kami pun langsung naek jeep, dan diantar langsung ke lautan pasir.

Dikarenakan pagi pagi sekali kami berangkat dari Malang, dan belum sempat makan, kami pun sarapan dulu di tengah lautan pasir, di sini ada beberapa penjual yang menjajakan makanan kecil, minuman, mie rebus, pop mie, juga nasi pecel. Setelah kenyang kami menyempatkan foto foto :






Kemudian berjalan ke arah Gunung Bromo nya, untuk naik ke puncak, dalam perjalanan tersebut di samping kanan terdatat Gunung Batok yang menjulang tinggi dengan kokohnya, dan di samping kiri terdapat pura yang seluruh bagiannya tertutup pasir, sehingga berwarna abu abu. Berikut foto fotonya :

Pura




Gunung Batok


Tidak berapa lama kami berjalan di tengah terjangan angin bercampur pasir yang menyesakkan nafas dan mengganggu penglihatan, kami pun sampai di kaki Gunung Bromo, dimana sudah terdapat tangga yang menjulang tinggi ke arah mulut kawah Gunung Bromo, tangga ini cukup curam, dan tertutup pasir pada anak tangganya, sehingga cukup berbahaya juga karena bisa tergelincir terpeleset pasir, berikut ini fotonya :



Tidak berapa lama, kami sampai juga di puncak Bromo, wah ternyata tidak seperti yang ane bayangkan, suasana di atas sungguh tidak nyaman, angin bertiup kencang dengan membawa pasir, sedangkan dari bawah kawah ada asap yang baunya menyengat. Sungguh tidak ingin berlama lama di atas, setelah mengambil foto, kami pun lansung turun, sepertinya tidak ada lima menit kami di atas.


Kami langsung menuju tempat mobil jeep kami parkir, kemudian melanjutkan perjalanan ke Penanjakan 1, lokasi ini terletak di pegunungan di sebelah Gunung Batok, di sini kami bisa melihat lautan pasir dari atas, gunung batok serta gunung bromo secara berdampingan. Tidak lupa kami foto foto untuk mengabadikan lukisan Tuhan yang indah ini.


Setelah puas menikmati pemandangan dari atas penanjakan, kami pun memutuskan untuk turun ke tempat parkiran tadi, dan melanjutkan perjalanan pulang ke Mataram, karena besok sudah harus masuk kerja lagi. Hmmm perjalanan kali ini sungguh luar biasa, mendaki dua Gunung dalam dua hari berturut turut. Oia, berikut ini ada foto foto lengkap Kru Petualang kami, beranggotakan lima orang :





Gimana keren keren kan? hahai, oia jangan lupa, pesen ane kalo ke sini mending pas pagi hari, saat belum ada angin, dan jangan lupa bawa masker untuk penutup hidung dan mulut. Thanks and keep touring.

Senin, 01 Agustus 2011

Trip ke Kawah Ijen, Banyuwangi

Week end kali ini adalah week end terakhir sebelum memasuki bulan puasa, ane dan temen temen ane merencanakan touring yang agak ekstrem, hari Sabtu naik ke Kawah Ijen di banyuwangi, dan Minggu nya mendaki gunung Bromo.

Kami berangkat dari mataram hari jumat sore menggunakan mobil sewaan (Toyota Avanza) dengan tarif tiga ratus ribuan sehari, di mataram cukup sulit juga mencari sewaan mobil yang bisa dibawa ke luar Pulau. Perjalanan diawalai dengan menuju Pelabuhan Lembar untuk menyeberang ke Pulau Bali, dengan membayar uang Rp 659.000,00 . Nih ane foto tiketnya :

Sekitar 4 jam lebih kami terombang ambing oleh ganasnya ombak, hingga akhirnya kami sampai di Pelabuhan Padangbai, Bali. Kami langsung menuju daerah Sanur dulu, karena ada rekan kami yang menumpang ke daerah sanur. Setelah sampai di hotelnya, kami langsung cabut menuju pelabuhan gilimanuk. Perjalanan sekitar tiga jam menggunakan mobil, dengan beristirahat sekali untuk sholat. Setelah sampai di Pelabuhan Gilimanuk, kami menyeberang ke Pelabuhan Ketapang dengan membayar Rp 114.000,00 per mobil. tidak sampai satu jam kami sampai di pelabuhan Ketapang.

Kami langsung melanjutkan perjalanan ke Kawah Ijen, dengan melewati Jalur Banyuwangi - Licin - Jambu - Paltuding. Dari banyuwangi sampai licin sih jalannya halus bener, sampai pada suatu saat, jalanan mulai menanjak dan berkelak kelok, kami kebingunagan saat melewati pertigaan, kami pun tanya orang sekitar, kami dikasih tahu, ambil jalan yang menanjak aja. Kami pun melanjutkan perjalanan, sampai kami melihat Papan Penunjuk arah "Kawah Ijen 17 KM lagi". Wooow, ternyata masih jauuuh sekali bro.. dan yang paling ane sesalkan dari akses wisata, kebanyakan jalan nya rusak, dan yang kami lalui ini bukan hanya rusak, tapi super ancur, melebihi kehancuran jalur menuju Tanjung Ringgit (baca postingan sebelumnya).

Jalanan semakin parah, dan kami pun sempat pesimis, mau balik udah terlalu jauh, nanggung, akhirnya kami meneruskan perjalanan dengan penyiksaan sepanjang perjalanan. Mobil avanza kami seakan tak kuasa menerjang batu batu di medan yang menanjak, dan sampai di suatu belokan menanjak, mobil kami stagnan, tak kuasa menanjak. Kami langsung turun, ane cari batu dan menaruh di belakan roda untuk mengganjal

Kami coba lagi menjalankan mobil, satu sopir mengendarai, yang lain, empat orang mendorong, ah tapi apa daya, kami gagal, roda ban sudah mulai halus bergesekan dengan batu. Dan asap dari kampas kopling udah banyak sekali mengepul. kemudian datang mobil dari belakang, karena suasana gelap gulita (pagi buta di tengah hutan), kami pun memberi isyarat dengan senter, mobil itu tetap menancap gas dan akhirnya berhenti di belakang mobil kami, begitu pula mobil di belakangnya, jadi ada dua mobil di belakang mobil kami yang ikut stagnant.

Berbagai cara kami lakukan untuk menjalankan mobilnya dengan dibantu beberapa warga penambang belerang yang lewat menggunakan motor menuju ijen, sampai akhirnya sopir di belakang mobil kami marah marah, misuh misuh, tanpa memberikan solusi. Beberapa saat kemudian munculah sesosok dewa penolong (lebay), dia langsung menaiki mobil kami dan mengambil alih kendali, kami semua bertugas mendorong mobil, dengan hanya dua kali percobaan, mobil kami pun lolos dari jebakan bebatuan di curamnya jalan di tengah hutan ini.

Akan tetapi derita tak berakhir disini, dia bilang di depan ada tanjakan lagi, lebih curam dan lebih sadis dari ini, dia bilang kalo kami pasti tidak dapat melewatinya, tapi dia menawarkan pertolongan. Dan kami pun langsung setuju. Di tanjakan berikutnya, dia juga yang memegang kendali, setelah semuanya siap, dia langsung menancap gas, dia sambil bilang "Begini mas teorinya, ada tekniknya mas, saya yakin mas nya gak bisa, karena belum mengenal medannya". Kami pun terheran heran, kaget, sementara jantung ini berdegup dengan kencangnya, siapa sangka, ternyata tekniknya adalah menyetir secara brutal, langsung tancap gas. Kesalahan kami sebelumnya adalah kami terlalu pelan, maklum saja kami khan baru pertama kali lewat jalan ini. Hingga sampai di jalan yang landai, beliau menyerahkan kendali kembali ke temen ane, dan janjian ketemu di Paltuding (lokasi parkiran).

Alhamdulilah, setelah melewati perjuangan yang berat, kami sampai juga di Paltuding yang merupakan kaki Ijen, dimana pengunjung bisa memarkirkan kendaraannya. Kami pun bertemu lagi dengan dewa penolong tadi, setelah mengobrol2 cukup lama, kami memberi sedikit uang sebagai ungkapan terima kasih kami

Istirahat sebentar, sambil mempersiapkan segala perlengkapan, berupa kaos tangan, kaos kaki, dan tentu saja Kamera. Beuhh udara di sini dingin sekali, sampai keluar asap dari mulut kami. Sebelum naik, kami harus lapor dulu ke pos, dan membayar tiket masuk dua ribu rupiah, karcis ijin memfoto tiga ribu rupiah dan asuransi dua ribu rupiah. Tidak lupa kami foto foto dulu sebelum naek. Ini nih fotonya:




Perjalanan akan kami tempuh sepanjang tiga kilometer dengan medan berupa tanah dan menanjak dengan kemiringan yang cukup curam. Setengah perjalanan berupa tanjakan tanjakan yang cukup curam, sangat menguras tenaga, apalagi oksigen serasa semakin menipis, susah bernapas. Sampai kami sampai di rumah bundar, berupa rumah tua, seperti peninggalan penjajah yang difungsikan sebagai pemancar radio, karena di sampingnya ada tower tinggi lengkap dengan kabel kabelnya, sepertinya masih berfungsi. Di situ kami istirahat sambil foto foto.

Perjalanan kami lanjutkan kembali, masih setengah perjalanan, akan tetapi kali ini lebih banyak landainya, dan pemandangan gunung gunung di sekeliling sangat indah berselimutkan awan tebal, Subhanallah, indah sekali.



Hingga akhirnya kami sampai juga di puncak nya. Woooow, indah sekali.. Lukisan Tuhan ini sangat indah. Selain turis lokal, di sini juga banyak Bule bule, lumayan rame juga hari ini ditambah lalu lalang para penambang yang memikul belerang. Lansung deh kami foto foto. Berikut foto kegiatan penambangan :


Foto Foto Kawah Ijen:








Setelah puas berfoto foto dan beristirahat, kami pun turun ke lokasi parkiran. Dan perjalanan pun dilanjutkan menuju Malang melalui Jalur yang lain yaitu Paltuding - Sempol - Tapen - Wonosari - Bondowoso. Jalan nya pun tak kalah rusaknya dengan jalur lewat Banyuwangi, tapi jalur ini landai, tidak curam, sehingga kami tak banyak menemui kesulitan.

BONUS "FOTO NARSIS KITA" :




Kamis, 28 Juli 2011

Khasiat dan Manfaat Susu Kedelai


Namanya Susu, akan tetapi tidak berasal dari sapi/kambing/kerbau ataupun manusia. Susu ini berasal dari olahan kedelai, sama sama berwarna putih, akan tetapi yang ini lebih gurih. Susu ini biasanya dijajakan oleh penjual keliling dari satu tempat ke tempat lain menggunakan bungkus plastik (seperti gambar di atas) dengan harga kisaran dua sampai tiga ribu rupiah per bungkus.

Susu kedelai merupakan susu dengan harga murah, memiliki nilai gizi tinggi serta cocok untuk tua dan muda. Dengan ditemani sehelai roti bakar, minum susu kedelai di pagi hari merupakan tradisi yang sehat dan nyaman.

Para ilmuwan meyakini bahwa susu kedelai dapat memberi manfaat bagi tubuh fisik kita, seperti:

1. Memperkuat tubuh fisik
Mengandung 4,5 gr protein, 1,8 gr lemak, 1,5 gr karbohidrat, 4,5 gr fosfor, 2,5 gr zat besi, 2,5 gr kalsium, vitamin, ribovlavin dan sebagaianya dalam setiap 100 gr susu kedelai untuk meningkatkan tubuh fisik kita.

2. Mencegah diabetes
Susu kedelai mengandung selulosa dalam jumlah besar sehingga dapat mencegah penyerapan gula secara berlebihan. Mengurangi kadar gula dapat mencegah diabetes. Susu kedelai merupakan asupan penting bagi penderita diabetes.

3. Mencegah tekanan darah tinggi
Susu kedelai mengandung steroid, potasium, magnesium yang merupakan zat ampuh untuk memerangi natrium, salah satu penyebab utama hipertensi. Pada saat sodium dalam tubuh dapat

4. Mencegah serangan jantung koroner
Steroid, kalium, magnesium dan kalsium dalam susu kedelai dapat memperkuat dan meningkatkan aliran darah, meningkatkan nutrisi ke otot jantung, menurunkan kolesterol serta meningkatkan aliran darah untuk mencegah kejang-kejang. Minum satu gelas susu kedelai setiap hari dapat menurunkan hingga 50 % kambuhnya kembali penyakit jantung.

5. Mencegah stroke
Magnesium dan kalsium dalam susu kedelai dapat mengurangi lipid dan memperbaiki aliran darah pada otak sehingga secara efektif mencegah terjadinya infarksi dan pendarahan otak. Lecitin dalam susu kedelai juga dapat mengurangi kematian sel otak serta memperbaiki fungsi otak.

6. Mencegah kanker
Protein, selenium dan molibdenum dalam susu kedelai bersifat menekan tumor ganas. Sangat efektif terutama terhadap kanker lambung, kanker usus dan kanker payudara. Menurut survei, kemungkinan berkembangnya kanker bagi orang yang tidak minum susu kedelai akan meningkat 50 % dibandingkan dengan mereka yang secara teratur mengkonsumsi susu kedelai.

7. Mencegah bronkhitis
Asam dalam susu kedelai dapat mencegah kejang otot, sehingga dapat mengurangi dan mencegah timbulnya bronkhitis.

8. Mencegah penuaan
Selenium, vitamin E dan vitamin C adalah antioksidan sempurna yang dapat meremajakan sel-sel kita, terutama sel otak.

9. Mencegah kepikunan, AIDS, sembelit, dan obesitas atau kegemukan.

Rabu, 27 Juli 2011

Kue Nagasari


Gimana pendapat anda setelah melihat gambar di atas? haha, pasti tidak berselera makan ya karena ada bekas gigitan ane? Akan tetapi jangan salah, kue tradisional ini enak lho, kesukaan ane dari kecil, namanya Kue Nagasari. Kalau anda sedari kecil tinggal di kota besar, pasti tidak tahu dengan jajanan pasar yang satu ini, tapi kalau orang desa seperti ane ini ya pasti sangat akrab dengan kuliner satu ini.

Kue Nagasari merupakan kue tradisional yang sangat familier sekali bagi masyarakat didaerah pedesaan, karena kue nagasari ini merupakan kue turun – temurun dari jaman nenek moyang. Kue ini sangat jarang ditemukan diswalayan atau tempat belanja yang besar, karena kue ini biasanya dapat ditemukan dipasar atau tempat penjualan kue tradisional. Kue nagasari ini terbuat dari tepung beras dan isinya terdapat pisang, rasanya manis dan membuat ketagihan

Selasa, 26 Juli 2011

Kolam Renang Teratai, Lombok Barat


Minggu Siang yang terasa panas ini, membuat badan cukup gerah, ada banyak cara untuk menyegarkan tubuh, salah satunya yaitu mandi di kolam renang. Hal itulah yang ane lakukan bersama dua temen ane minggu siang ini. Lokasi yang ane tuju adalah Kolam Renang Teratai, dari sekian banyak kolam renang di sekitar Mataram, ane pilih lokasi tersebut karena di samping airnya alami, ane juga belum pernah kesana.

Lokasinya dekat dengan Kolam Pemandian Suranadi. Dari Mataram, kami menempuh rute Mataram - Sayang Sayang - Lingsar - Suranadi - TKP. Dari Kolam Suranadi lumayan dekat, cuma 2 KM (sumber:speedometer motor). Tiket masuknya cuma sepuluh ribu rupiah, dan dapat satu teh botol. Kalo dilihat dari bentuknya sih, ini kolam renang biasa dan cenderung cuma buat maen maen aer aja karena ukurannya yang kecil dan bentuknya yang tidak persegi panjang seperti kolam kebanyakan. Di sini ada tiga kolam yang bisa dimanfaatkan dengan dua ketinggian, dua ada di atas, dekat pintu masuk, sedangakn yang satu ada di sebelah bawah. Sebenarnya masih ada satu lagi kolam yang letaknya paling bawah, akan tetapi sudah tidak dipakai, dan kotor. Airnya sangat dingin dan sangat menyegarkan, tidak pedih di mata, tidak membuat mata menjadi merah (karena tanpa kaporit). Oia sehabis renang paling enak makan, nah jangan kawatir karena di komplek ini juga terdapat kios penjual Sate Bulayak, harganya lima belas ribu per porsi.

Minggu, 24 Juli 2011

Kecelakaan Mobil CRV VS Pick Up



Minggu Sore (24072011), Jalan Adi Sucipto, Mataram sangat ramai, gak bisa memacu kendaraan dengan kecepatan full. Ane meluncur dari arah timur ke barat, saat melewati ruko ruko, kok jalanan jadi macet gini, ane pikir ada nyongkolan, karena minggu sore biasanya memang harinya Nyongkolan yang bikin macet. Akan tetapi kok ada mobil polisi juga, Innalilahi, ternyata ada kecelakaan, di pinggir jalan ada mobil pick up yang rusak parah bagian depan sebelah kanan dengan posisi menghadap timur. Terus juga ada motor rusak di atas Mobil Polisi. Setelah ane tanya ama orang sekitar, ternyata mobil pick up nya tabrakan ama Mobil Honda CRV, dan mobil tersebut dah dibawa polisi.