Tampilkan postingan dengan label bukit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bukit. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Februari 2012

Indahnya Tanjung Ringgit , Lombok Timur

Kalau dihitung hitung sudah tiga kali saya ke Tanjung Ringgit, dan weekend ini merupakan kali ke empat saya terdampar di ujung tenggara Pulau Lombok ini, tentu saja dengan suasana dan rekan travelling yang berbeda.

Nah, setelah puas menikmati keindahan Tanjung Ringit, sekarang giliran saya untuk berbagi keindahan Tanjung Ringgit kepada kalian. Sekedar tips, bagi yang belum pernah ke Tanjung Ringgit dan pengen kesana, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan dan diperhatikan lho, simak ya :

LOKASI dan RUTE.
Tanjung Ringgit ini terletak di ujung tenggara Pulau Lombok (lihat Peta), masuk di Wilayah Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Untuk mencapai lokasi ini bisa menggunakan kendaraan Pribadi (mobil atau motor) atau kendaraan sewaan, karena tidak ada angkutan umum sampai sana. Rute menuju Tanjung Ringgit yaitu Mataram - Praya - Jerowaru. Di jalur Praya - Jerowaru nanti kita akan melewati 2 Pom Bensin di sebelah kanan. Nah sekitar 100 meter setelah Pom Bensin yang kedua, ada Pertigaan Jerowaru, beloklah ke kanan, ikuti saja jalur itu terus (jalan aspal bagus) sampai ketemu Pasar Jor Jerowaru, dari situ beloklah ke kanan, sampai ketemu pertigaan lagi, terus belok ke kiri, ikuti jalurnya sampai ketemu pertigaan yang memisahkan jalur Tanjung Ringgit dan Pantai Surga, ambil lurus saja, karena kalau ke kanan nanti akan sampai Pantai Surga. Nanti akan ketemu pertigaan lagi, bila lurus akan sampai ke Pantai Kaliantan (jalan aspal bagus), nah kita harus belok kiri keluar dari aspal, jalan mulai rusak, dan sesekali ada kubangan air besar di tengah jalan. Ikuti saja jalan itu sampai habis, kalau ada pertigaan, tetep aja lurus, kira kira ada sekitar 15 KM kita disiksa jalur ancur ini. Pesan saya, jangan gunakan mobil jenis sedan deh, dijamin gak bakal sampai TKP. Bila sudah melihat Mercusuar, tandanya kita sudah sampai Tanjung Ringgit.

Rute Mataram - Tanjung Ringgit (Garis Merah)

Kondisi Jalan Menuju Tanjung Ringgit

Mercusuar dari kejauhan

PERLENGKAPAN.
Karena di sekitaran Tanjung Ringgit tidak ada fasilitas wisata apapun, jadi kita harus mempersiapkan semua dari rumah.
  1. Bawa minuman sebanyak banyaknya. Di teriknya Tanjung Ringgit saya jamin kalian akan dehidrasi hebat jika persediaan air kurang. Selain itu Di Tanjung Ringgit tidak ada warung satu pun. Lebih baik jika kalian ke Tanjung Ringgit sekalian bawa Tikar dan Makanan besar (nasi dll), kemudian gelar tikar di bawah pohon, makan siang sambil menikmati indahnya tanjung ringgit diiringi debur ombaknya. Ajiib.

  2. Pakai sunblock untuk mencegah kulit kalian belang belang.
  3. Kamera. Ke Tanjung Ringgit gak bawa kamera sama saja dengan malam minggu tapi gak ada patjar, gak lengkap, gak sempurna rasanya. Sayang banget rasanya ke sini cuma lihat lihat aja tanpa jepret jepret.

Di bagian bawah (sebelah kanan jalur pejalan kaki), ada semacam sumur kecil buatan manusia, menurut para penggembala kerbau disini, air di sumur itu tawar lho. Heran juga saya, sumur di dasar tebing yang notabene lokasinya sangat dekat dengan air laut yang asin.


Selain alamnya yang indah, Tanjung Ringgit juga menyimpan sejarah lho. Di sini terdapat Meriam peninggalan Jepang. Dulu waktu pertama kali ke Tanjung Ringgit, saya gagal menemukan lokasi Meriam ini. Dan saya pun menemukan lokasi meriam ini pada kunjungan kedua, ternyata lokasinya ada di pinggir jalur wisatawan (jalur yang terbentuk oleh kendaraan yang lewat), di tengah tengah Tanjung Ringgit, di balik semak semak. Meriam tersebut masih terlihat kokoh menghadap laut, akan tetapi sayangnya penuh coretan sana sini oleh orang orang yang tidak bertanggung jawab.


Selain meriam, juga terdapat sebuah goa yang cukup besar. Ini adalah kunjungan saya yang ke empat ke Tanjung Ringgit, dan ini merupakan yang pertama saya bisa menemukan lokasi Goa nya, berkat bantuan bapak bapak penggembala kerbau yang baik hati. Ternyata lokasinya ada di ujung Tanjung, pokoknya ikuti saja jalur yang terbentuk sampai ujung, terletak di balik semak semak juga (tapi jauh dari meriam). Pintu goa nya ada di atas, bukan di bawah pantai, dekat dengan bibir tebing, tapi Saya tidak tertarik untuk masuk goa karena bau nya gak enak, banyak kotoran kelelawar.


Melihat begitu besar potensi wisata di lokasi ini, sangat disayangkan ya objek wisata ini terbengkalai, benar benar tidak dirawat dan dikembangkan. Beberapa spot yang bisa dikembangkan :

  1. Mercusuar. Coba dikembangkan sebagai tempat untuk melihat Tanjung Ringgit dari atas, jadi wisatawan bisa naik, dan melihat panorama Tanjung Ringgit dari Kejauhan.
  2. Sumur air tawar. Nah coba dibuatkan jalan menuju ke bawah ke lokasi sumur itu, sehingga wisatawan bisa turun dengan aman.
  3. Meriam Jepang. Lokasinya yang berada di balik semak semak, wisatawan yang belum tahu pasti akan melewatakan objek yang satu ini, seandainya semak semak itu dibersikan, meriam dipagari, dan dirawat, pasti akan menjadi sangat elok dan gagah meriam itu.
  4. Goa Raksasa. Ini juga merupakan salah satu daya tarik yang luar biasa, Ada goa yang letaknya di ujung Tebing, coba bayangkan, keren abis. Bisa dibuatkan jalan/tangga turun ke goa nya, dipasang semacam lampu agar wisatawan bisa masuk tanpa kegelapan dll.
  5. Selain itu juga perlu dibuatkan beberapa berugak deh, mengingat begitu panasnya lokasi ini, berugak tersebut bisa digunakan untuk bersantai para wisatawan tanpa takut kepanasan terbakar matahari.
Beberapa Foto di Tanjung Ringgit :




Nah biar lebih jelas mengenai lokasi meriam dan goa nya, perhatikan peta google maps di bawah ini :

Keterangan Gambar :

- No. 1 Adalah Mercusuar

- No. 2 adalah Sumur Air Tawar

- No. 3 adalah Meriam Jepang

- No. 4 adalah Goa Jepang

Dan garis putih adalah jalur pejalan kaki yang terbentuk karena sering dilewati wisatawan.

jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok

Selasa, 21 Februari 2012

Kehangatan di Bukit Nipah, Lombok Utara




Menanti senja merupakan salah satu hal yang saya sukai, ya bisa dibilang hobi lah, apalagi sejak saya tinggal di Pulau Lombok ini, menanti Sunset bisa dilakukan tiap sore di sepanjang Pantai Barat Pulau Lombok karena memang lokasinya yang dekat dengan kost.

Dulu sebelum punya banyak kenalan di Lombok, saya selalu sendiri saat menanti senja, meskipun kanan kiri mereka berpasang pasangan yang seolah mengejek saya yang kesepian ini, tapi tak kuhiraukan karena yang kucari adalah senja bukan mereka.

Nah setelah setahun berlalu, saya pun secara tidak sengaja menemukan kenalan yang berasal dari berbagai daerah di Lombok dengan hobi yang sama yaitu twitteran, ngumpul2 dan jalan jalan. Ya, merekalah yang sudah menemani hari hari saya akhir akhir ini. Baik di dunia maya (twitter dan BBM) serta di dunia nyata.

Kali ini saya beserta teman teman menghabiskan sore di Bukit Nipah, yang berlokasi di Lombok Utara (cek postingan saya sebelumnya), menurut saya lokasi ini lokasi yang paling bagus untuk menanti sunset karena pandangan luas, dengan kombinasi air laut di bawah dan hiasan pohon kelapa, sungguh cantik apalagi saat cuaca cerah... hmm Amazing.





Senja... Meskipun hanya guratan guratan warna lembayung di langit, namun cukup bisa memberikan suasana hangat bagi semesta alam.



jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok

Sabtu, 11 Februari 2012

Dualisme Sembalun, Lombok Timur

Sembalun... bagi saya seperti bunglon. Lho kok bunglon? Iya karena warna pegunungan nya bisa berubah (seperti bunglon) mengikuti musim, kalo kita kesana pas musim kemarau, warna pegunungannya kecoklatan dan kadang ada bintik2 hitam karena terbakar (atau bisa juga dibakar), nah kalao kita kesana pas musim hujan, dijamin warnanya super hijau segar. Gak percaya? coba deh kesana pada dua musim itu, dan bandingkan sendiri..

Foto Sembalun saat Musim Kemarau :



Foto Sembalun saat Musim Penghujan :



jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok

Jumat, 09 Desember 2011

Langit Jingga di Bukit Nipah, Lombok Utara (Part 2)






Postingan ini adalah lanjutan dari postingan saya yang lalu, buka aja di sini. Dan masih sama tema nya. Yaitu Sunset dan Sunset, mengapa sunset lagi? Yuph karena spot di sini selalu menawarkan pemandangan Sunset yang Luar Biasa, karena berada di semacam tanjung kecil, pandangan kita jadi bisa seluas luasnya menikmati langit jingga saat sunset tiba. Ditambah beberapa pohon kelapa menambah manisnya sunset di senja hari.
jangan lupa follow twitter kita @lombokkita untuk all about Lombok

Rabu, 30 November 2011

Menikmati Sunset di Bukit Duduk Atas, Batulayar, Lombok Barat


Sore yang agak mendung ini diajak teman nyunset, sebenarnya lagi gak mood buat hunting sunset karena suasana yang tidak mendukung, tapi karena lokasinya yang lain dari pada yang lain, saya jadi tertarik

Yuph, lokasi spot sunset kali ini adalah di Bukit Duduk. Lho bukit kok duduk? Duduk itu nama kampung di daerah batulayar. Ada kampung duduk, ada kampung duduk atas. Nah yang jadi spot sunset adalah bukit di Kampung Duduk Atas. Jalan masuknya berada di belokan ke kanan sebelum tanjakan pertama jalur Mataram-Senggigi.

Setelah belok, jalur langsung menanjak, tapi jangan khawatir, bagus kok jalannya (karena itu jalur hotel yang berada di atas), setelah ketemu pertigaan kedua, belok kanan. Nah sampailah di sebuah hotel, lupa apa namanya. Tidak berhenti disitu, kita masih harus naik lagi lewat jalur kecil di samping hotel. Nah dari sini harus ekstra hati hati karena jalurnya sempit, masih dari tanah dan sampingnya jurang.

Jalanan menanjak sekitar 500 meter, dan sampailah kita di suatu tempat yang agak lapang. Disitu kita bisa melihat Sekitaran senggigi dari atas. Kereeen gan, tapi sayangnya mendung, jadi sunsetnya tidak kelihatan. Padahal spotnya udah bagus banget.


Kamis, 22 September 2011

Langit Jingga di Bukit Nipah, Lombok Utara


Pantai barat Pulau Lombok terkenal akan keindahan dan keelokan Sunsetnya dengan siluet Gunung Agung di Bali (terlihat bila tidak ada awan). Banyak spot yang dipadati wisatawan seperti Pantai Ampenan, Pantai Senggigi, Malimbu dan Bukit Nipah.

Bukit nipah selalu ramai disaat sunset tiba, namun karena jaraknya lumayan jauh dari pusat kota Mataram, wisatawan tidak seramai di Pantai Senggigi. Bukit ini terletak di semacam semenanjung, yang menjorok ke laut dengan hiasan beberapa pohon kelapa. Bukit Nipah ini mirip dengan bukit malimbu yang terlebih dahulu terkenal, akan tetapi bukit nipah lebih indah dan lebih luas. Lokasinya dua kilometer di sebelah utara Malimbu. Lokasinya sangat strategis berada di tengah jalur Mataram - Bangsal (penyeberangan ke Gili Trawangan), sehingga wisatawan dari Mataram yang akan menuju Gili Trawangan pasti lewat sini, dan dapat dipastikan mampir ke tempat ini.


Minggu, 11 September 2011

Pemandangan di Sembalun, Lombok Timur


Ini adalah kunjungan ane yang ke dua daerah Sembalun. Akan tetapi saat kunjungan pertama dahulu, rutenya dari arah Bayan menuju Mataram (sepulang dari air terjun Sendang Gila. Sedangkan untuk Week End kali ini tujuan utamanya memang ke Sembalun, jadi ane dari Mataram langsung ke arah timur, Rutenya Mataram - Narmada - Masbagik - Aikmel - Wanasaba - Sembalun.

Meskipun lumayan jauh, akan tetapi jalan yang dilalui sudah halus sampai di sebuah pertigaan di daerah wanasaba yang apabila kita belok ke kanan maka akan sampai di Labuhan Lombok. Kita harus mengambil jalur yang lurus, dengan jalan yang tidak terlalu mulus, ada lubang di beberapa tempat. Jalanan mulai menanjak sampai kita di pintu gerbang "Taman Nasional Rinjani" (seperti pada gambar).

Semakin lama semakin jarang rumah warga, dan semakin memasuki hutan. Hmm ternyata di sini sedang ada perbaikan jalan, banyak pekerja di kanan kiri jalan serta beberapa truk yang mengangkut material, jadi harus hati hati. Udara dingin mulai merasuk ke tubuh, dan di suatu tikungan dengan beberapa lubang ada sekelompok pemuda yang berdiri berjajar menghalangi jalan, awalnya ane merasa takut juga, mereka minta uang dengan sedikit memaksa, ane pun memberi uang seribu. Alhamdulilah mereka menerima dan membiarkan kami lewat.

Ternyata sepanjang perjalanan banyak juga kendaraan baik mobil maupun motor yang lewat yang searah maupun berlawanan arah, sempat juga kami didahului sekelompok Motor Club dari Thunder, yang berplat nomor luar kota.

Tidak berapa lama akhirnya kami sampai juga di titik tertinggi yang dapat dijangkau kendaraan, sebenarnya sih puncaknya masih sangat tinggi menjulang akan tetapi tidakdapat dijangkau kendaraan. Di Puncak Sembalun ini ada dua Berugak besar yang dapat digunakan untuk istirahat sekalian menikmati pemandangan alam. Di sini juga ada warga sekitar yang menjajakan berbagai makanan/jajanan, minuman termasuk buah Strawberry dan Melon Jepang. Satu pack strawberry kecil harganya Rp 5.000,00 sedangkan satu butir Melon Jepang harganya Rp 15.000,00 .

Setelah istirahat sebentar sambil ngopi-ngopi, ane menyempatkan untuk berfoto ria. Bukan hanya ane yang sibuk jepret sana jepret sini, hampir semua pengunjung sibuk sendiri dengan kameranya. Ada yang mengambil gambar dirinya sendiri (narsis), motret temennya, motret pemandangan, juga motret sekawanan kera yang ada di sekitar berugak.

Sayangnya ini lagi musim kemarau, pemandangan terlihat kurang hijau, justru dominan coklat dan suhu udara tidak terlalu dingin, tidak seperti saat ane pertam kali kesini, di mana saat itu pas musim penghujan, udaranya dingin banget sampai menggigil.

Senin, 11 Juli 2011

Eloknya Tebing di Tanjung Ringgit, Lombok Timur

Weekend adalah saat yang ane tunggu tunggu, karena ane dan temen ane pasti touring menghabiskan libur akhir pekan untuk menjamah setiap sudut Pulau Lombok yang eksotis ini. Tujuan kami pada week end kali ini adalah Tanjung Ringgit yang berlokasi di Ujung Tenggara Pulau Lombok. Untuk mencapai lokasi yang cukup jauh ini, lebih dari 80 KM, kami mempersiapkan segala halnya. Persiapan yang kami lakukan antara lain :
  1. Cek kesehatan Motor, Rem, Ban, Spion, dan paling penting Bensin isi Full.
  2. Persiapan perbekalan, terutama air minum, karena di sana Air Minum bagaikan emas, sangatlah berharga (haha lebay)
  3. Sarapan yang banyak.
  4. Peta (haha, mencegah kesasar)
  5. Kamera dengan baterai full, untuk mengabadikan indahnya ciptaan Tuhan.
Yuph, setelah semua persiapan selesai, kami berangkat menuju Tanjung Ringgit, cuma berdua, boncengan motor Jupiter Z (so sweet ya). Rute yang kami tempuh adalah Mataram - Cakranegara - Kediri - Praya - Mujur - Ganti - Sukaraja - Jerowaru - Tanjung Ringgit. Dari Mataram sampai Praya, jalan halus dan mantap, sehingga kami bisa memacu kendaraan dengan kencang, akan tetapi sampai di daerah praya tengah, jalanan jadi rusak, lubang di sana sini, jadi harus hati hati, tidak lama jalanan halus lagi, dan kami pun mengikuti jalur tersebut sampai akhirnya kami sampai di sebuah pertigaan, di situ ada penunjuk arahnya, kami belok ke kanan untuk menuju Jerowaru. Tidak lama dari pertigaan tadi, kami sampai di pertigaan lagi yang di situ merupakan pasar, bila lurus jalannya halus dan bagus, dan bila belok ke kanan jalannya super hancur bin parah. Jalur yang benar yaitu ke kanan, jangan sampai lurus ya, karena disini tidak ada petunjuk arahnya. cukup panjang juga jalanan rusak ini, kasihan juga ama motor ane ini. Penderitaan kami pun berhenti setelah bertemu dengan pertigaan, di pertigaan ini jalur yang benar adalah belok ke kiri, jalannya halus, jadi kami bisa memacu kembali motor kami.

Kenyamanan kami musnah lagi setelah sampai di pertigaan berikutnya, dimana kalau belok kenan akan menuju Pantai Surga, nah kami ambil jalur yang lurus. Dari sini jalanan mulai rusak lagi, berupa aspal yang sudah rusak, mengelupas, sehingga tinggal bebatuan di sana sini. Sampai akhirnya bertemu dengan pertigaan lagi (banyak banget ya pertigaannya). Setelah tanya pada penduduk setempat, kami diberi tahu kalau jalur yang benar adalah belok kiri, dari sini jalurnya tinggal lurus aja, cukup panjang juga jalur yang satu ini, akhirnya kami melihat menara mercusuar dari kejauhan, tandanya kami sudah memasuki wilayah Tanjung Ringgit.

Dan benar juga, kami sampai di ujung Tenggara Pulau Lombok yang sangat eksotis ini, ternyata di sini ada sekumpulan keluarga yang sedang wisata di sini juga terdiri dari bapak bapak dan ibu ibu beserta anak anaknya, perbekalan mereka sangat lengkap, bawa tikar, termos dan rantang nasi pula. Mantap Jaya.

Tidak membuang waktu kami pun langsung berfoto foto di lokasi indah ini. Di bawah ini ada beberapa foto fotonya, chek it out:









Setelah puas berfoto foto kami pun mencari lokasi Goa Jepang dan Meriam, sudah muter muter kami keliling, tapi belum nemu juga. sampai akhirnya kami bertemu keluara ibu ibu yang tadi, kami pun bertanya kepada mereka yang sedang duduk duduk di bawah pohon dimana letak Goa Jepangnya, beuhh ternyata mereka juga bingung, belum menemukan Goa nya, ahahaha, kami senasib. Cukup lama kami mencarinya, belum nemu juga, cuma nemu Goa Kecil aja. Akhirnya kami pun menyerah, dan memutuskan untuk pulang. Sedikit kekecewaan dalam benak kami karena belum menemukan Lokasi Goa Jepang dan Meriam nya. Dan suatu saat kami akan kembali dan menemukannya (make a wish).

Info : Hampir setahun berlalu, kondisi Jalan menuju Tanjung Ringgit sudah diperbaiki sebagian, untuk info yang terbaru, kunjungi Postingan saya yang paling baru. KLIK DISINI

Kamis, 23 Juni 2011

Pemandangan dari Ketep Pass, Magelang

Huhu, ane jalan jalan ke Magelang nih, kota tetangga. Tujuannya adalah Ketep Pass, yang terletak di Desa Ketep, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dari Puncak bukit ini kita bisa menikmati keindahan alam yang luar biasa, bahkan puncak Gunung Merapi sangat terlihat jelas bila tak tertutup awan, serasa sangat dekat dengan puncak gunung yang November lalu batuk.

Obyek Wisata Ketep Pass terletak pada ketingggian 1200 meter dpl. Luas area sekitar 8000 m persegi, berjarak 17 km dari Blabak Magelang kearah timur, 30 km dari Kota Magelang dan 35 km dari Boyolali. Dari kota Salatiga yang berjarak sekitar 32 km, dan 30 km dari Candi Borobudur. Lokasi Obyek mudah dijangkau baik dengan Bus Besar, Mini bus, mobil keluarga maupun sepeda motor, karena jalannya yang sudah halus.

Objek wisata ini dibangun atas prakarsa Gubernur Jawa Tengah H.Mardiyanto, dipilih tanah berbukit ini untuk dikembangkan sebagai tempat tujuan wisata baru di jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) dengan ciri khas wisata kegunungapian. Obyek Wisata Ketep Pass diresmikan oleh Presiden RI Megawati Sukarno Putri pada 17 Oktober 2002.

Oia, di sini ada beberapa fasilitas yang dapat kita nikmati, yaitu:
  1. Ketep Volcano Theater.
    Di sini kita bisa melihat pemutaran film tentang aktivitas Gunung Merapi, terjadinya erupsi merapi, jalur-jalur pendakian, penelitian dipuncak Garuda serta beberapa letusan dahsyat Gunung Merapi, dengan durasi kurang lebih dua puluh menit.

  2. Pelataran Panca Arga.
    Panca artinya Lima, sedangkan arga artinya gunung, jadi Panca Arga mempunyai arti Lima Gunung. Dari puncak tertinggi ini pengunjung dapat melihat Lima Gunung yaitu Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing dan Gunung Slamet.

  3. Teropong.
    Di dekat pelataran panca arga ada teropong yang bisa kita manfaatkan untuk melihat lebih dekat puncak Merapi, akan tetapi harus bayar sewanya. Hehe, gak gratis lho.

  4. Gazebo.
    Di gazebo ini kita bisa beristirahat, duduk duduk, ngobrol ngobrol sambil menikmati makanan bersama keluarga.

  5. Aula.
    Bangunan tak berdinding yang cukup luas ini bisa disewa untuk pertemuan atau acara tertentu.

  6. Permainan anak.
    Ada juga permainan anak anak (seperti gambar di bawah)









Birunya Laut di Bukit Nipah, Lombok


Sepanjang jalur Mataram-Lembar yang meyusuri Pantai Barat Lombok menyajikan pemandangan yang luar biasa indahnya, salah satu Spot yang ramai sebagai tempat perberhentian sekedar untuk foto foto adalah Bukit Nipah, atau Bukit Malimbu II, atau orang juga menyebut Jembatan Cinta II.

Bukit ini terletak sekita 2 KM sebelah utara Bukit Malimbu, karena bentuknya yang mirip ama Bukit Malimbu, sehingga lokasi ini lebih dikenal dengan Malimbu II, akan tetapi lokasi ini lebih luas dan lebih indah pemandangannya, oia lokasi ini juga pernah dijadikan tempat syuting FTV di SCTV loh.

Jumat, 10 Juni 2011

Pemandangan dari Gardu Pandang Goa Seplawan

Ini adalah postingan sekaligus kunjungan ane yang kedua ke Goa Seplawan, untuk postingan yang pertama, yang berisi penjelasan umum, lokasi, sejarah serta rute menuju Lokasi Goa ini, klik aja di sini. Dulu saat ane pertama kali ke sini itu pas musim penghujan, jadinya suhu udara disini sangat dingin, berkabut dan hujan setiap hari. Akan tetapi kunjungan kedua kali ini, pas musim kemarau, udara disini tidak dingin lagi, dan tidak ada kabut sedikitpun, terkesan panas bin hot, namun yang tidak berubah adalah hijaunya vegetasi di pegunungan ini.

Di bawah ini ada beberapa foto yan diambil dari kawasan Gardu Pandang Goa Seplawan, untuk ke sini, dari tempat parkir, kita harus naek anak tangga, sedangkan bila ingin ke Goa nya harus menuruni anak tangga, dan berlawanan arah antara Gardu Pandang dan Lokasi Goa nya.