Sabtu, 27 November 2010

Transit di Bandara Juanda Surabaya

Demi menjalankan tugas negara, akhirnya saya dengan ikhlas harus meninggalkan kota tercinta, Kota Purworejo, dan kota kedua saya, Kota Kebumen, menuju Kota Mataram di Pulau Lombok.

Saya berangkat hari jumat sore jam 16.00 dijemput menggunakan Daysindo Travel menuju Jogja. Di Jogja ternyata ganti mobil lagi. dan harus nunggu sampai jam 7 malam untuk berangkat

Dengan menaiki mobil ini, saya menuju Surabaya bersama pelanggan travel yang lain. Sampai di Surabaya sekitar jam 5 pagi, hari Sabtu. Pesawat take off jam 11.30 siang, Fiuh penantian yang sangat lama...

Akhirnya waktu check in tiba, saya langsung check in, dan menuju gate 4. Di situ saya juga masih harus menunggu cukup lama, sambil iseng iseng saya jepret aja obyek-obyek sekeliling, Ini beberapa hasil jepretan iseng saya. hehe..




Liburan ke Pantai Ayah/Logending Kebumen

Pantai Ayah.
Jika postingan yang lalu tentang foto-foto pantai ayah dari atas bukit, nah sekarang langsung di tempatnya.

Pantai ini terletak 8 km selatan Gua Jatijajar, atau 53 km dari kota Kabupaten Kebumen, tepatnya di Desa/Kecamatan Ayah. Kami bersepeda motor dari pusat kota Kebumen membutuhkan waktu satu setengah jam, dengan kecepatan normal.

Obyek wisata pantai ini memiliki keindahan alam sangat menawan. Dari kondisinya, yang berada di antara laut selatan dengan kawasan hutan jati milik Perum Perhutani KPH kedu selatan ini, merupakan kombinasi atau perpaduan antara pantai dan hutan, seperti itu jarang kita jumpai. Untuk di jawa Tengah mungkin hanya ada di kota yang berslogan "BERIMAN" ini, yaitu Kebumen.

Selain pantainya yang cukup lapang, para wisatawan juga bisa menikmati indahnya muara sungai Bodo, dengan perahu-perahu pesiar yang disediakan para nelayan setempat. Dengan perahu-perahu tradisional, maupun perahu tempel, kita bisa menelusuri muara sungan Bodo yang merupakan pemisah antara wilayah Kabupaten Kebumen dengan Kabupaten Cilacap. Selain air sungai Bodo yang tenang, rimbunnya pohon-pohon playau di tepian sungai, serta lebatnya hutan jati milik perhutani, menambah indahnya pemandangan.

Untuk melengkapi postingan saya kali ini, seperti biasa, saya sajikan beberapa hasil jepretan kamera saya ini, selamat menikmati. Kapan-kapan mampir sini ya...







Petualangan ke Goa Petruk Kebumen (Part 4)

Akhirnya saya bisa menyelesaikan season terakhir dari edisi Goa Petruk. Season ini yaitu tentang bagian dalam goa itu sendiri. Goa tersebut dalamnya masih sangat alami, masih gelap, licin, berlumpur, ada sungainya, banyak kelelawar dan tokainya (bau).

Sehingga untuk dapat masuk ke dalam, kita harus menyewa guide/penunjuk jalan. Guide tersebut akan membawa lampu petromax sebagai penerang dan akan menunjukkan rute yang benar. Cukup dengan membayar Rp 25.000,00 (dua puluh lima ribu rupiah) kita bisa masuk goa dengan tenang.

Sepertinya saya ketagihan nih.. jadi pengen kesana lagi.... hehe. Yuph, sebagai penutup, saya sajikan beberapa foto di bagian dalam Goa Petruk yang sungguh menawan hati. Selamat menikmati.






















Petualangan ke Goa Petruk Kebumen (Part 3)

Postingan saya kali ini masih tentang goa petruk yang berlokasi di Kebumen. Masih banyak foto-foto yang belum saya posting nih.. Saya bagi-bagi berdasarkan tema. Yang pertama di bagian depan, gerbang dan taman, terus yang kedua di air terjunnya.

Untuk postingan kali ini, yaitu tentang perjalanan kami menaiki ratusan anak tangga menuju pintu Goa Petruk. Anak tangga yang curam ini cukup membuat kaki pegal, akan tetapi dengan indahnya pemandangan di kanan kiri jalan, hmmm rasanya capek langsung hilang.

Di samping jalan setapak ini terdapat beberapa gazebo, tempat duduk, dan juga bekas-bekas warung minuman (warung buka pas rame saja).

Seperti biasa, saya sajikan beberapa gambar yang berhasil saya abadikan. Cekidot.....







Kamis, 25 November 2010

Petualangan ke Goa Petruk Kebumen (Part 2)

Goa Petruk memang sangat menawan, sudah dua kali saya mengunjungi goa ini, dari pertama kali saya kesini, sepertinya tidak ada perubahan yang berarti.

Setelah memasuki pintu gerbang tiket, dan berjalan masuk ke dalam sedikit, kita akan dihadapkan pada anak tangga yang cukup tinggi.

Melihat tingginya anak tangga ini saja sudah capek, apalagi harus menaikinya dengan jalan kaki... Fiuh. Akan tetapi rasa keluh kesah itu segera terobati, karena disamping tangga pertama ada air terjun kecil, meskipun tingginya kira-kira cuma enam meter, akan tetapi cukup menyegarkan saja, spontan saja lepas baju langsung mencebur ke dalam air... Huuu dingin sekali airnya.

Setelah puas bermain air, kami langsung melanjutkan perjalanan ke atas dengan ditemani seorang guide/penunjuk jalan. Penunjuk jalan ini memang khusus disediakan bagi pengunjung yang membutuhkannya. Dengan membawa sebuah petromax, guide ini menunjukkan jalan dalam gua yang gelap dan licin. Untuk menyewa guide ini cukup merogoh kocek dua puluh lima ribu rupiah saja.

Nah di bawah ini ada beberapa hasil jepretan saya, selamat menikmati: