Tampilkan postingan dengan label Jogja. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Jogja. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Desember 2010

Tugu Jogja, Yogyakarta


Namanya saja Tugu Jogja, pasti lokasinya di Jogja, tidak mungkin donk di jepang. hehe. Tugu ini sudah menjadi ikon dan lambang buat Kota Gudeg. Tugu ini dibangun pada masa Hamengkubuwana I, pendiri kraton Yogyakarta, tepatnya yaitu setahun setelah Kraton Jogja berdiri. Tugu yang terletak di perempatan Jl Jenderal Sudirman dan Jl. Pangeran Mangkubumi ini, mempunyai nilai simbolis dan merupakan garis yang bersifat magis menghubungkan laut selatan, kraton Jogja dan gunung Merapi. Pada saat melakukan meditasi, konon Sultan Yogyakarta pada waktu itu menggunakan tugu ini sebagai patokan arah menghadap puncak gunung Merapi.

Tugu ini sekarang merupakan salah satu objek pariwisata Yogya, dan sering menjadi lokasi objek foto bagi para wisatawan. Tugu ini juga dikenal dengan istilah “tugu pal putih” (pal juga berarti tugu), karena warna cat yang digunakan sejak dulu adalah warna putih. Tugu pal ini berbentuk bulat panjang dengan bola kecil dan ujung yang runcing di bagian atasnya. Dari kraton Yogyakarta kalau kita melihat ke arah utara, maka kita akan menemukan bahwa Jalan Malioboro, Jl Mangkubumi, tugu ini, dan Jalan Monument Yogya Kembali akan membentuk satu garis lurus persis dengan arah ke puncak gunung Merapi.

Stasiun Tugu Yogyakarta


Siapa seh yang tidak tahu dengan Stasiun Tugu? Stasiun ini merupakan pintu gerbang bagi wisatawan yang akan berkunjung ke Jogja. Apalagi dengan adanya Kereta Api Pramex jurusan Purworejo Solo, semakin menambah wisatawan yang datang melalui Stasiun ini. Kalau hari Sabtu Minggu, kereta Pramex dari Purworejo penuh sesak oleh warga Purworejo yang liburan di Jogja, khususnya untuk berbelanja di kawasan Malioboro.

Nah Stasiun ini beserta rel KA yang membujur dari barat ke timur merupakan daerah perbatasan antara Kecamatan Jetis dan Gedongtengen. Stasiun ini melayani pemberangkatan dan kedatangan kereta api (KA) kelas eksekutif dan bisnis, sedangkan untuk pemberangkatan dan kedatangan KA kelas ekonomi dilayani di Stasiun Lempuyangan yang jaraknya tidak jauh dari Stasiun ini

Dahulu, di stasiun ini terdapat dua percabangan jalur di sisi barat stasiun yang saat ini sudah tidak ada lagi. Jalur pertama ke utara menuju Magelang dan Parakan. Bekas jalur Jogja-Magelang ini dapat kita lihat di beberapa tempat di Jalan Tentara Pelajar, Yogyakarta. Jalur yang satu lagi, ke arah selatan menuju Palbapang di Kabupaten Bantul. Bekas jalur ini juga masih terlihat di beberapa tempat, salah satunya adalah yang sekarang menjadi lapangan parkir di sisi barat laut Kraton Yogya.

Benteng Vredeburg, Yogyakarta


Tahu gak kamu tentang Benteng Vredeburg? Yuph, benteng bersejarah ini terdapat di Yogyakarta, tepatnya di sebelah selatan Pasar Bringharjo, masih di wilayah Jalan Malioboro. Benteng ini dibangun tahun 1765 oleh VOC di Yogyakarta selama masa kolonial VOC sebagai pusat pemerintahan dan pertahanan gubernur Belanda kala itu. Benteng ini dikelilingi oleh sebuah parit yang masih bisa terlihat sampai sekarang.

Benteng berbentuk persegi ini mempunyai menara pantau di keempat sudutnya. Di masa lalu, tentara VOC dan juga Belanda sering berpatroli mengelilingi dindingnya. Sekarang, benteng ini menjadi sebuah museum, dan di dalamnya ada beberapa bangunan. Di sejumlah bangunan di dalam benteng ini terdapat diorama mengenai sejarah Indonesia.

Bila kamu sedang jalan-jalan ke Jogja, atau sedang berbelanja di Malioboro, tak ada salahnya jika kamu mampir ke tempat ini, selain lokasinya dekat dengan Malioboro, disini kamu juga bisa mempelajari sejarah Indonesia masa lampau lewat diorama yang ada. Selain itu di dalam juga ada beberapa meriam tua, serta ada yang menyewakan sepeda tua untuk mengelilingi Museum ini. Coba deh, asyik banget.

Selasa, 07 Desember 2010

Komplek Tamansari, Yogyakarta

Bosan, kalau jalan-jalan ke Jogja cuma ke Malioboro, akhirnya beta memutuskan ke Komplek Taman Sari. Lokasinya agak tersembunyi, di belakang Keraton Jogja. Taman Sari Yogyakarta ini adalah sebuah situs bekas taman atau kebun istana (royal garden) Keraton Yogyakarta, yang dibangun pada zaman Sultan Hamengku Buwono I (HB I) pada tahun 1758-1765/9.

Awalnya, taman yang mendapat sebutan "The Fragrant Garden" ini memiliki luas lebih dari 10 hektar dengan sekitar 57 bangunan baik berupa gedung, kolam pemandian, jembatan gantung, kanal air, maupun danau buatan beserta pulau buatan dan lorong bawah air. Kebun yang digunakan secara efektif antara 1765-1812 ini pada mulanya membentang dari barat daya kompleks Kedhaton sampai tenggara kompleks Magangan. Namun saat ini, sisa-sisa bagian Taman Sari yang dapat dilihat hanyalah yang berada di barat daya kompleks Kedhaton saja. Sedangkan yang lain beralih fungsi menjadi pemukiman warga.

Bagus lho taman ini, bangunannya khas jaman dulu banget, foto beta di atas itu saat berada dikolam pemandian. Sebenarnya masih banyak foto-fotonya, tapi takutnya nanti dibilang narsis... hehe. Asyik ya kalau mandi di situ, sayangnya itu hanya untuk dilihat, pengunjung dilarang menceburkan diri, kalau nekat, pasti langsung akan diangkut petugas. haha. Eh ternyata pengunjung di sini ada bulenya juga coi. Jadi sepertinya memang sudah terkenal nih tempat.

Senin, 29 November 2010

Pantai Congot, Yogyakarta

Iseng-iseng saya buka file-file foto di lepi, eh ternyata ada dokumentasi traveling saya di Pantai Congot, dan belum di posting, langsung deh saya posting. Pantai Congot terletak di Desa Jangkaran, Kecamatan Temon, tepat di sebelah barat Pantai Glagah. Sekitar 1,5 km dari kota Wates. Di Pantai ini juga terdapat muara Sungai Bogowonto. Muara sungai itu justru membuat air laut menjadi coklat dan terkesan kotor. Akan tetapi lokasi tersebut banyak dimanfaatkan wisatawan atau warga sekitar untuk memancing ikan.


Foto-foto ini diambil pada tanggal 4 Juli 2010, hmm sudah lumayan lama juga. Untuk menuju ke pantai ini sangatlah mudah. Dari Purworejo, langsung menuju ke arah selatan, lewat jalan jogja. Trus pas sampai pertigaan Pendowo, ambil jalur yang kanan, yang arah Purwodadi, ikuti saja jalan tersebut, bila sudah sampai Jalan Daendels, belok kiri aja, lewat jembatan yang membelah sungai Bogowonto, terus belok kanan di pertigaan pertama. Lurus terus.. Sampai deh.